ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA

Antisipasi agar Tidak Disalahgunakan

BANTUL – Ada yang berbeda dengan mobil operasional alat kelengkapan (alkap) DPRD pe-riode kali ini. Itu karena seluruh kendaraan tersebut kini dileng-kapi dengan tulisan yang merujuk pada identitas sebagai mobil operasional. Sekretaris DPRD Bantul Helmi Jamharis menyebutkan, mobil operasional alkap sebanyak 11 unit. Rinciannya, Komisi seba-nyak delapan unit, Badan Legis-lasi dua unit, dan Badan Kehor-matan DPRD satu unit. “Ada tu-lisannya mulai periode ini,” terang Helmi kemarin (8/10).
Helmi berharap tulisan “Mobil Operasional Alkap DPRD Kabu-paten Bantul” di sisi kanan dan kiri bodi belakang mobil tersebut mampu menjadi identitas tersen-diri bagi penggunanya. Dengan demikian, para pimpinan alkap selaku pengguna mampu meman-faatkan fasilitas tersebut dengan optimal. “Di DPRD provinsi mau-pun di DPRD kabupaten lain juga ada tulisannya,” ujarnya.Berbeda dengan mobil opera-sional alkap, empat unit mobil pimpinan dewan (pimwan) senga-ja tidak diberikan tulisan identi-tas. Pertimbangannya, fasilitas kendaraan bagi pimwan meru-pakan mobil jabatan.
Ketua Fraksi PKS Amir Syarifudin mengapresiasi pemberian tulisan identitas pada bodi mobil opera-sional alkap. Selain itu, pembe-rian tulisan tersebut ternyata memang usulan sejumlah ang-gota dewan sendiri. “Biar nanti tidak disalahgunakan,” tandasnya.Politikus PKS ini mencontohkan, untuk piknik keluarga, kampanye atau bahkan disewakan. Sebab, sejumlah mobil operasional alkap pada periode 1999-2004 ada yang disalahgunakan. “Selama ini sudah ada banyak pelajaran,” ungkapnya.Hanya saja, Amir enggan me-nyebutkan oknum angota dewan yang pernah menyalahgunakan mobil operasional alkap tersebut. Dia berharap langkah positif ini juga ditiru seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) hingga mobil operasional di tingkat keca-matan. “Kalau begitu kan bisa aman semua,” tambahnya. (zam/din/jiong)

Breaking News