DIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
SEMENTARA itu, Emilia, 52, Istri dari Sarjono yang dikenal sebagai bandar minuman keras (miras) mengaku sudah setahun ini, suaminya berjualan minuman haram tersebut. Warga Dusun Glagah, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan ini setiap setengah bulan sekali, mendapat pasokan miras dari Solo. “Saya tidak tahu persis kejadian ini. Yang jualan itu suami saya. Setahu saya orang yang ngirim minuman ke rumah adalah Agus dari Solo,” ungkap Emilia, ditemui di ruang tahanan Polsek Tempuran, kemarin (8/10). Emilia ditangkap petugas setelah ada kejadian itu
Menurut Emilia, selama ini suaminya yang sudah terbujur kaku itu hanya berjualan saja. Maksudnya, almarhum Sarjono tidak mencampur bahan-bahan minuman sendiri di rumah. Setiap botol minuman air mineral be-sar dijual dengan harga Rp 35 ribu. Sementara ukuran yang kecil dibandrol dengan harga Rp 12 ribu. “Biasanya itu setiap orang yang membeli minuman tidak pernah ada apa-apa. Mungkin saja ini ada yang keliru dengan minu-mannya,” imbuhnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Magelang AKP Samsu Wirman menyatakan, pihaknya sudah menetapkan tersangka terhadap Emilia dan Sarjono. Tetapi, Sarjono iktu meninggal dunia lantaran ikut minum barang daganganya tersebut. “Dari pemeriksaan se-mentara, tersangka (Emilia, Red) ikut membantu suaminya ber-jualan oplosan,” papar Samsu.Saat ini, tersangka mendekam di tahanan Polsek Tempuran untuk proses penyelidikan. Tersangka dijerat pasal 204 ayat 2 KUHP tentang minuman keras dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.Menurut Samsu, pada tahun 2013, almarhum Sarjono tercatat pernah terlibat kasus yang sama. Sarjono sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sempat men jalani penahanan. “Sarjono sudah menjadi target kami. Ia pernah tersangkut kasus tindak pidana ringan (tipiring) dan satu kali dalam proses kasus pidana,” katanya. (ady/hes/jiong)

Breaking News