YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA

Menjaring Calon-Calon yang Siap Bertarung

SLEMAN – DPC PDIP Sleman optimistis bisa mengulang sukses pilkada 2015, seperti yang ter-jadi periode sebelumnya. Mem-belotnya Fraksi PPP MPR RI dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan memilih gabung Koalisi Indonesia Hebat ibarat angin segar bagi partai berlambang banteng moncong putih itu. Itu juga menjadi kans PDIP Sleman mengulang sukses pil-kada 2010. Saat itu PDIP meng-usung pasangan Sri Purnomo dan Yuni Satia Rahayu.
Ketua DPC PDIP Sleman Rendradi Suprihandoko me-nyatakan, partainya siap ber-kompetisi di pilkada, baik se-cara langsung maupun melalui mekanisme pemilihan di DPRD. “Intinya, kami mencari pasangan calon (bupati dan wakil bupati) yang siap tarung,” ujarnya di sela persiapan penjaringan ca-lon bupati dan calon wakil bu-pati di kantor DPC Sleman ke-marin (8/10).Rendradi tidak memungkiri bahwa PDIP lebih siap jika pil-kada dilaksanakan secara lang-sung. Apalagi, sebagai pemenang pemilu, PDIP menjadi satu-sa-tunya partai yang berhak mengaju-kan pasangan calon tanpa harus koalisi dengan partai lain. Baik melalui syarat perolehan suara maupun kursi di DPRD.
PDIP membukukan lebih dari 144 ribu suara, atau 24 per-sen dari total suara sah pada pemilu legislatif 2014. Dari pe-rolehan itu, PDIP berhak atas 12 kursi di DPRD. Perolehan tersebut jauh di atas syarat yang digariskan KPU bagi partai yang mengajukan pasangan cabup-cawabup. Yakni mendulang minimal 15 persen dari total suara sah dalam pileg. Atau me-miliki minimal 8 kursi di DPRD. Kendati begitu, PDIP tetap membuka peluang koalisi dengan partai lain. Khususnya, yang saat ini tergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat, yakni NasDem, PKB, dan Hanura.
Dengan mekanisme pemilihan di DPRD pun, peluang PDIP masih cukup lebar. Rendradi mengklaim masih banyak celah yang bisa dimanfaatkan untuk memenangi pilkada. Kans itu kian terbuka jika Fraksi PPP mengambil sikap serupa dengan kolega partai berlambang Ka’bah yang ada di pusat. Untuk memenangi pilkada di DPRD dibutuhkan suara mini-mal 50 persen plus 1. Itu dengan asumsi hanya ada dua pasangan yang bertarung head to head antara calon dari KMP dan In-donesia Hebat. Artinya, kubu mana saja yang bisa mempero-leh sedikitnya 26 suara saat vo-ting di DPRD Sleman, itulah pemenangnya.
Dari perhitungan kekuatan di parlemen, Koalisi Indonesia Hebat yang saat ini membuku-kan 22 suara (PDIP 12, NasDem 5, dan PKB 5), hanya butuh 4 suara lagi untuk menang. Nah, itu bisa terpenuhi jika Fraksi PPP yang memiliki 5 kursi (1 kursi milik kader Demokrat) turut bergabung. “Politik itu bukan matematis. Semua bisa direm-bug,” ujarnya. Ketua Fraksi PPP DPRD Sleman Untung Basuki Rahmat menepis kemungkinan penggabungan gerbong ke Koalisi Indonesia Hebat. Untung menegaskan bahwa sikap partai di tingkat daerah (DPC kabupaten/kota) mengikuti geliat partai di ting-kat wilayah (DPW provinsi). Untung mengisyaratkan bahwa konstalasi politik di pusat tak berpengaruh di daerah.
Untung menegaskan bahwa PPP tetap menjaga soliditas yang telah dibangun bersama partai-partai KMP. “Kami masih taat dengan kesepakatan yang di-bangun PPP dengan KMP di pusat,” ungkapnya.Untung mengatakan, hingga kemarin, pihaknya belum mene-rima instruksi lain dari DPP PPP terkait sikap terbaru kader Ka’bah yang ada di MPR RI. (yog/din/jiong)

Breaking News