FOTO: GUNTUR AGA TIRTA/RADAR JOGJA

Butet Janji Usir Sengkuni Politik dari Parlemen

JOGJA – Sebanyak seribu balon aspirasi mewarnai aksi menolak UU Pilkada tak langsung di Titik Nol Kilometer Jogja, kemarin (8/10). Aksi insan budaya-wan yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Bhineka Anti Ketidakadilan #SOLID Mbak ini, meng-usung tema “Jangan Pangkas Hak Kami”.Tidak tangung-tanggung, aksi dikomando oleh bu-dayawan ternama Butet Kartaredjasa. Suasana sema-kin ramai tatkala Butet memegang balon aspirasi yang siap dilepas ke udara.”Beberapa hari terakhir ini, kita melihat televisi menon-ton Mahabarata. Kita melihat dua kubu antara Kurawa dan Ksatria. Kita melihat Sengkuni. Awalnya Sengkuni ada di dunia fiksi. Tapi kini Sengkuni sudah menjelma dalam kehidupan politik,” kata Butet dalam orasinya.Pria asli Jogjakarta ini menilai bahwa Sengkuni akan menjegal Ksatria yang digambarkan pada diri Jo-kowi. Menurut Butet, akhir-akhir ini mereka para Sengkuni politik menguasai parlemen untuk meng-ganjal presiden terpilih, Jokowi.
Butet bersama ratusan massa aksi juga menyerukan agar seluruh rakyat mewaspadai siasat-siasat jahat politisi busuk yang ingin menguasai lembaga tinggi negara. “Maka saya ingin mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mewaspadainya. Yang kita inginkan hanya peralihan pimpinan dengan cara yang baik,” tegasnya.Dikuasainya parlemen oleh kubu Koalisi Merah Putih (KMP), dinilai Butet sebagai dinamika politik. Namun demikian, seharusnya para wakil rakyat bisa mengutamakan kepentingan seluruh rakyat.”Jika sampai mereka nekat korbankan rakyat, saya akan bersekutu dengan rakyat untuk mengusir mereka dari lembaga itu,” serunya. Butet yang kemarin mengena-kan kaus putih dan celana cokelat, juga mengkawatir-kan adanya konspirasi menggagalkan pelantikan Jokowi. Ironsinya, kata Butet, Presiden SBY se-bagai pimpinan ter-tinggi bangsa ini hanya “leda-lede cangkeme”. SBY dinilai bersandi-wara ketika mengelu-arkan Perppu belum lama ini.
“Dia merebut hak saya sebagai tukang main sandiwara. Mereka memamer-kan akting paling rendah,” sindirnya.Butet juga menyoroti UU Pilkada. Menurutnya, pemilihan kepala daerah melalui DPRD sama halnya merampas hak rakyat sebagai sub dalam demokrasi. Dewan be-lum tentu bisa mewakili hati nurani rakyat dalam menentukan siapa calon kepala daerah yang akan memimpin di masing-masing daerahnya.Dalam aksi itu, juga dihadiri sutradara teater ternama, Landung Simatupang, dan Marjuki Kill DJ. Aksi ditandai pelepasan balon aspirasi menolak UU Pilkada dan menyoroti dinamika politik yang saat ini terjadi. (fid/jko/jiong)

Breaking News