SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA

Comeback Gemilang Sakti

SLEMAN- Saktiawan Sinaga memborong dua gol kemenangan PSS Sleman saat mengalahkan PSGC Ciamis 2-0 dalam lanjutan babak delapan besar Divisi Utama 2014 di Maguwoharjo International Stadium (MIS) tadi malam
Ini menjadi cameback gemilang mantan penyerang tim nasional (Timnas) ini sebagai starter. Sakti telah absen dalam lima laga babak 16 Besar Divisi Uta-ma 2014 dan baru menjalani laga comeback pada pertan-dingan kontra PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang Sabtu (4/10) lalu. Namun saat itu Sakti hanya menjadi pemain pengganti.Nah, laga melawan PSGC Ci-amis tadi malam menjadi ajang unjuk kebolehan. Arena come-back-nya sebagai starter pun diakhiri pria asal Medan ini dengan sangat manis. Ya, Sakti lah yang sukses memecah ke-buntuan PSS selama 60 menit pertandingan guna membawa Super Elang Jawa (Super Elja) menerkam Laskar Galuh-julukan PSGC Ciamis 2-0.
Gol pertama diciptakan Sakti melalui sundulan paraboliknya pada menit ke-60. Sakti mene-rima umpan matang yang di-lepaskan Wahyu Gunawan dari sisi kanan pertahanan PSGC.Hanya berselang delapan me-nit, Sakti kembali membuat gol indah. Gerakan bola yang ma-suk ke gawang kembali berben-tuk parabolik. Namun kali ini, gerak parabolic tersebut bera-sal dari kakinya. Tendangannya dari luar kotak penalti yang melambung tiba-tiba menukik dan masuk ke gawang Irpan di menit ke- 68.Pelatih PSS Sleman memberi-kan pujian untuk Sakti. Padahal, sejatinya kondisi fisik Sakti belum 100 persen. Nah, di laga ini Sakti membuktikan pengalaman-nya sebaga salah satu pemain
kawakan di Indonesia. “Saya pernah bilang pada Sakti kalau dia adalah pemain yang secara teknis di atas rata-rata pemain PSS lainnya. Dan dalam laga mala mini (tadi malam, Red) dia mampu membuktikan itu. Di laga ini pengalaman benar-benar berbicara,” tegas Herry.Secara umum Herkis memang tidak puas dengan penampilan anak asuhnya. Dibandingkan dengan pertandingan di Semarang, performa yang ditunjukkan PSS di laga tadi malam sangat me-nurun. Anang Hadi yang dipercaya sebagai pencipta situasi sekaligus penyalur bola ke lini depan tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Penggawa lini tengah lain juga cukup sering melakukan kesalahan.
Lini depan juga terlihat kurang tenang. Tak ayal banyak sekali peluang emas PSS yang terbuang dengan sia-sia. “Tadi yang juga cukup disesakan pada babak pertama tiang gawang kurang bersahabat pada kami. Ten-dangan yang dilepaskan Dicky Prayoga, Kristian Adelmund dan Guy Junior dimentahkan tiang gawang,” paparnya.Herkis berharap di laga be-rikutnya performa seperti tadi malam tidak diulangi anak asuh-nya. Sebab, jika demikian bukan tidak mungkin nantinya PSS malah gagal melaju ke babak semifinal.Di pihak PSGC, sang juru tak-tik Budiman Yunus mengaku pada laga ini absennya empat pemain pilar akibat hukuman Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sangat terasa pada laga tadi ma-lam. Tapi secara jujur dia juga mengakui kalau PSS punya kualitas yang berada di atas PSGC. “Secara umum permainan berjalan menarik. Kalau empat pemain pilar kami seperti (Emi-le) Linkers, (Alessandro) Alto-belli dll ini main mungkin kami dapat memberikan perlawanan lebih hebat. Namun saya akui PSS memang di atas kami,” ucapnya. (nes/din/jiong)

Breaking News