Kasus Pelemparan Bom Molotov

MAGELANG – Seperti sidang kasus pergola, tuntutan kasus pelemparan bom molotov dengan tiga terdakwa, Choirun Naim, Heri Utama, dan Yordan alias Yoyo urung digelar. Sebab, materi tuntutan yang akan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ma-gelang dinyatakan belum siap dan tengah dilengkapi. Sedianya, sidang agenda penuntutan ketiga terdakwa pelemparan bom molotov pada rumah wartawan Radar Jogja, Frietqi Surya-wan alias Demang, digelar Selasa (7/10) di Pengadilan Negeri (PN) Magelang. Karena materi tuntutan belum siap, akhirnya sidang diundur hingga Rabu mendatang (15/10).
“Rentut (rencana tuntutan, Red) belum turun. Ini nunggu Kejaksaan,” kata Ketua Majelis Hakim perkara Irwan Effendi ketika ditemui di PN Magelang, kemarin (7/10).Terkait penundaan ini, lanjut Irwan, pihak JPU sudah memberitahukan sebelum sidang digelar. Menurutnya, tuntutan belum mendapatkan per-setujuan dari Kejaksaan Tinggi ( Kejati) di Semarang. “Belum ada balasan dari Kejati. Kalau tuntutan sebenarnya sudah dibuat. Tetapi harus menunggu (tuntutan) disetujui. Kejati punya pertimbangan lain, apakah tuntutannya itu cocok apa tidak. Kalau tidak nanti bisa diper panjang atau dikurangi hukuman terhadap terdakwa,” papar Irwan
Sementara itu, JPU Sandra Liliana Sari menyatakan, ala-san penundaan ini karena tuntutan belum selesai di-kerjakan. Me nurut Sandra, proses penyusunan tuntutan menjadi prioritas, karena me-nyangkut kedetilan dan ke-telitian dalam pengerjaan. “Tuntutan belum selesai, ka-rena kami harus lebih teliti. Apalagi perkara ini (pelemparan bom molotv di rumah jurnalis, Red) menjadi perkara yang me-narik perhatian,” ungkap Sandra.Perempuan berjilbab ini me-nambahkan, baik perkara dengan terdakwa Choirun Naim dan perkara yang dipisah menyang-kut terdakwa Heri Utama dan Yoyo, seluruhnya belum bisa disidangkan. Sandra enggan memaparkan lebih jauh alasan penundaan tersebut.
“Yang jelas, karena belum selesai tuntutannya. Masih ada persetu-juan pimpinan berjenjang. Kami optimistis, Rabu depan bisa se lesai dan di sidangkan,” katanya.Sebelumnya, Majelis Hakim perkara dugaan pelembaran bom molotov pada rumah jurnalis tersebut diberikan waktu hing-ga dua pekan pada JPU untuk membacakan tuntutan hukuman terhadap tiga terdakwa. Rentang waktu yang agak lama dari jeda persidangan sebelumnya di-harapkan, agar JPU mampu membuat surat tuntutan. Me-mang, terkait perkara pelempa-ran bom molotov terhadap jur-nalis sempat menjadi perhatian. Kamis (2/10), para mahasiswa dan Gabungan Jurnalis Magelang mengadakan aksi damai dengan berunjuk rasa di Mapolres Ma-gelang Kota, Kejari, dan PN Magelang memberi dukungan terhadap lembaga peradilan tersebut dalam menangani ka-sus yang mencoreng citra pers di Kota Magelang. (ady/hes/

Breaking News