GUNUNGKIDUL – Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIJ kemarin (7/10) mendatangi lokasi penemuan tulang manusia berikut senjata khas mirip Jawa Barat berupa kujang. Data dan informasi pendukung terus digali untuk mengetahui apakah termasuk benda cagar budaya atau bukan. “Jika terbukti benda cagar budaya maka akan disimpan oleh negara, namun kalau bukan kami kembalikan kepada pe-nemu pertama kali,” kata salah satu Tim BPCB DIJ Sukirman kemarin.
Dia mengaku akan melakukan penelitian lebih lanjut penemuan terhadap benda-benda di Ngasem Lor, Plembutan, Playen itu. Namun demikian hingga sekarang belum bisa ditarik kesimpulan apakah benda-benda tersebut masuk dalam cagar budaya atau bukan. “Akan kami teliti dulu,” ujarnya.Untuk tahap awal, jelasnya, letak kubur batu, tulang dan senjata menyerupai kujang tersebut dikembalikan lagi letaknya dari awal ditemukan untuk dikaji ulang dan pengum-pulan informasi. Dengan begitu, diharapkan dapat diperoleh data dan informasi yang lebih mendalam.
Untuk mengingatkan, Sabtu (4/10) lalu seorang petani warga Ngasem Lor, Plembutan, Playen bernama Kuwat,70, menemukan kerangka manusia bersenjata kujang. Tulang belulang beserta senjata dari Jawa Barat ini terku-bur di dalam ladang. Ayunan cangkulnya tiba-tiba membentur benda mencurigakan. Penasaran, dia kembali menggali lebih dalam. Alangkah terkejutnya karena yang ditemukan adalah tulang belulang. Kuwat semakin penasaran, di kedalaman 50 sentimeter kembali menemukan benda menyerupai peti terbuat dari batu. Di sekitarnya juga ada dua senjata mirip seperti senjata khas Provinsi Jawa Barat kujang. (gun/ila/

Breaking News