Warga WTT Geruduk Kepatihan dengan 11 Bus

JOGJA – Niatan 400 warga yang tergabung dalam Paguyuban Wa-hana Tri Tunggal (WTT) bertemu Gubernur DIJ Hamengku Buwono X di Kepatihan, gagal .
Hal ini karena gubernur sedang ke Surabaya untuk menghadiri pun-cak HUT TNI di kota pahlawan itu.Warga dari Desa Glagah, Sindu-tan, Paliyan, dan Jangkaran di Kecamatan Temon itu hanya bias ditemui para pejabat Pemprov DIJ. Selama berada di Pendopo Wiyotoprojo, Komplek Kepatihan, mereka ditemui Assekprov II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Didik Purwadi, Kabiro Hukum Setprov Sumadi, Kabiro Tata Pemerintahan Har-yanta, Kepala Satpol PP DIJ Bambang Budi, serta Assekkab Kulonprogo II Triyono.Salah seorang warga, Harso, 65, menuturkan, mereka datang ke kompleks perkantoran Pemprov DIJ itu dengan mengendarai 11 bus. Ini mereka lakukan agar bisa bertemu Gubernur DIJ HB X guna menyampaikan uneg-uneg warga terdampak langsung pembangu-nan bandara internasional ini.
“Kami datang ke sini dengan iuran Rp 20 ribu setiap orang, itu untuk membayar bus saja,” kata Harso. Ia mengatakan, warga yang ikut ke Kepatihan ini memang sejak awal berniat untuk meninggalkan pekerjaan mereka selama ini, yaitu ber-tani di sawah pesisir. “Sekarang masih musim melon. Belum memanen, jadi bisa diting-gal,” ujar ibu ini. Massa juga mem-bawa beberapa hasil bumi dari tanah pesisir di Kulonprogo. Mu-lai terong, ketela pohon, semang-ka, jagung, pare, mentimun, gam-bas, kacang panjang, bawang merah, pisang, hingga daun dewa.Humas WTT Martono di hada-pan pejabat pemprov dan Pem-kab Kulonprogo menegaskan, kehadiran mereka sebenarnya ingin bertemu HB X. Makanya, mereka berniat untuk kembali mendatangi Kepatihan untuk bertatap muka langsung dengan raja Keraton itu.
“Kami minta bisa bertemu langsung. Mungkin bisa dijad-walkan,” jelas Martono. Ketua WTT Sarijo menegaskan, keda-tangan mereka sebenarnya ingin menanyakan perkembangan informasi rencana pembangunan bandara. Sebab, selama ini me-reka tak bisa mengakses infor-masi dari perangkat desa mau-pun kecamatan.”Kami minta ada transparansi informasi. Karena setiap kami ta-nyakan ke camat atau pak kapolsek, selalu dijawab tidak tahu,” sesalnya.Menanggapi kedatangan warga ini, Assekprov II Didik Purwadi berjanji akan menyampaikan ke gubernur DIJ. Ia tak bisa memas-tikan kapan warga bisa bertatap muka langsung dengan gubernur.”Kalau sekarang beliau ada acara yang tidak bisa diwakilkan. Ada undangan rapat bersama dari bapak presiden dengan seluruh gubernur se-Indonesia di Surabaya,” kata Didik.Soal informasi pembangunan bandara, Didik menjelaskan, jika saat ini tahap pembangunan bandara baru sampai sosiali-sasi. Setelah ini tahap konsul-tasi publik. Di tahap inilah semua keluhan warga bisa disampaikan ke tim keberatan. (eri/laz/

Breaking News