SK-Gubernur-Turun-mobil-magelang-grafis
Segera Bentuk Fraksidan Kelengkapan Dewan
MAGELANG – Setelah ditunggu hampir seminggu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 170/122 Tahun 2014 tertanggal 1 Oktober 2014. Surat tersebut merupakan jawaban Surat Wali Kota Magelang Nomor 170/880/111 tertanggal 25 September 2014, yang merupakan pengantar dari Surat Ketua Sementara DPRD Kota Magelang Nomor 170/441/140 perihal Usulan Penetapan Pimpinan Definitif DPRD Kota Magelang.
SK Gubernur berisi Peresmian Pengangkatan Pimpinan DPRD Kota Magelang Masa keanggotaan 2014-2019.
“Pak Gubernur sudah menjawab surat kami soal pengesahan pimpinan dewan definitif. Rencananya, besok (hari ini, Red) kami paripurnakan,” kata Ketua Sementara DPRD Kota Magelang HY Endi Darmawan, kemarin (6/10).
Dalam SK tersebut, gubernur menetapkan pimpinan dewan (pimwan) sesuai usulan. Yakni Hy Endi Darmawan sebagai ketua, didampingi Titiek Utami dan Dian Mega Aryani sebagai wakil ketua.
Surat tersebut ditembuskan pada Mendagri, Dirjen Otda Kemendagri, Dirjen Kesbangpol Kemendagri, Wagub Jateng, Sekda Jateng, Kepala Kesbangpolinmas Pemprov Jateng, KPU Jateng dan Magelang, Wali Kota Magelang, Ketua PN Magelang, dan Sekda Magelang. Juga ketua DPC PDIP, ketua DPD Partai Golkar, dan ketua DPC Partai Demokrat Kota Magelang, yang wakilnya di dewan menjadi pimwan.
“Yang ditetapkan sesuai usulan kami,” papar Endi.
Adanya keputusan tersebut, Anggota DPRD Kota Magelang dari PKS, Arifin Mustofa meminta ditindaklanjuti dengan pembentukan fraksi dan alat kelengkapan dewan lainnya. Seperti Badan Legislasi (Baleg), komisi-komisi, dan badan-badan lainnya.
“Paling krusial adalah pembentukan fraksi. Setelah ada fraksi, nanti kami membentuk Baleg yang salah satu tugasnya membahas tata tertib dewan. Setelah itu, membentuk komisi dan badan-badan lainnya. Seperti Badan Anggaran (Bangar) dan Badan Kehormatan (BK),” katanya.
Arifin merasa pembentukan alat kelengkapan dewan di DPRD Kota Magelang terlambat. Ia menilai, sudah jauh tertinggal dengan dewan lain di eks-Karesidenan Kedu maupun daerah lain di Jateng.
“Terlambat karena ada proses yang tertunda saat Partai Demokrat tak segera mengusulkan nama untuk pimpinan dewan. Semoga setelah pimwan definitif terbentuk, ketertinggalan dalam pembentukan alat kelengkapan dewan lainnya segera ditututi,” tegasnya.
Seperti diketahui, ketua sementara DPRD Kota Magelang harus dua kali mengirimkan surat pada DPC Partai Demokrat setempat, soal usulan nama yang akan duduk di kursi pimwan. Yakni pada tanggal 1 September dengan Nomor 172/437/140 dan 8 September bernomor 172/437/140.
DPC Partai Demokrat Kota Magelang baru membalas pada 16 September 2014 melalui surat Nomor 63/DPC-PD/MGL/IX/2014. Surat yang ditandatangani Ketua DPC Partai Demokrat Muh Hasan Suryoyudho tersebut, nama Dian Mega Aryani muncul sebagai pimpinan dewan (pimwan) definitif. Nama anggota dewan perempuan pendatang baru ini mengalahkan dua nama lain. Yaitu, Arie Purnomo dan Waluyo, yang notabene incumbent atau dewan lama yang jadi kembali.
Surat tersebut disusuli lampiran SK DPP Partai Demokrat Nomor 136/SK.DPP.PD/IX/2014 tentang Rekomendasi Pimpinan DPRD Kota Magelang Provinsi Jawa Tengah dari Partai Demokrat. Susulan lampiran merupakan respons DPC Partai Demokrat Magelang terhadap pernyataan Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Tengah Dani Sriyanto yang menilai soal surat Nomor 63/DPC-PD/MGL/IX/2014 belum final. Karena surat yang ditandatangani ketua dan pejabat sementara (Pjs) sekretarisnya, Muh Hasan Suryoyudho dan Sarto, dinilai baru sebatas surat pengantar.
Dalam lampiran SK DPP tertanggal 16 Desember, Ketua Harian Dr Syariefudin Hasan dan Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro Yudoyono MSc menetapkan nama Dian Mega Aryani sebagai wakil ketua.(dem/hes)
Jauh Tertinggal dari Daerah Lain di Jateng

Breaking News