*Transaksi Keuangan Tak Beres Lebih Rp 1 M

JOGJA – Jogja Corruption Watch (JCW) melihat adanya dugaan transaksi keuangan yang mencurigakan di DIJ. Transaksi itu disinyalir berkaitan dengan beberapa pejabat birokrasi di DIJ. Kondisi ini membuat JCW mendorong agar Kejati DIJ menindaklanjuti dugaan yang bersumber dari laporan dugaan transaksi keuangan yang tidak beres.
Indikasi tersebut tidak lepas dari temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menemukan maraknya transaksi keuangan yang mencurigakan di DIJ. Ada data dimana hingga September 2014 terdapat 367 laporan. Dari jumlah itu, sebanyak 181 laporan disinyalir adanya tindak pidana.
Sampai bulan September tahun ini, transaksi keuangan yang tidak beres di atas Rp 1 miliar dengan jumlah 26 transaksi. Itu dianggap sebagai nilai yang fantastis, jika dibanding pada tahun 2010, dimana saat itu hanya ada 16 laporan yang mencurigakan terkait transaksi keuangan.
“Dari transaksi sebanyak itu, PPATK memastikan ada hubungannya dengan para pejabat birokrasi di DIJ,” ujar Divisi Pengaduan Masyarakat JCW Baharudin Kamba, kemarin (6/10).
Pihaknya melihat, pejabat di DIJ perlu adanya pelaporan terupdate harta kekayaan ke pihak berwenang. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyelewengan keuangan. Selain itu, upaya tersebut sebagai wujud komitmen dalam upaya pemberantasan korupsi.
“Jika sebaliknya, maka para pejabat tidak patuh terhadap aturan, dan berarti diragukan komitmennya dalam upaya pemberantasan korupsi,” ujarnya.
Melihat catatan tersebut, JCW mendorong agar Kejati DIJ segera menelusuri adanya rekening yang mencurigakan. Itu dapat dilakukan tidak hanya rekening milik para pejabat yang bersangkutan, namun rekening atau transaksi keuangan yang mencurigakan itu juga dapat ditelurusi melalui keluarga terdekat maupun kerabat. (fid/jko)

Breaking News