Para Kades MendukungRencana Pemprov DIJ

JOGJA – Rencana Pemprov DIJ menginventarisasi lahan-lahan tidur yang berstatus kas desa, tak bertepuk sebelah tangan. Para kepala desa selaku wakil dari pemangku kepentingan tanah kas desa, mendukung rencana itu.
Bahkan mereka berharap hasil inventarisasi itu bisa menjadi blueprint atau cetak biru ke depannya. Sehingga, pemdes maupun pemangku kepentingan lain bisa memastikan daerahnya mana saja yang masuk lahan tidur.
“Kalau memang akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan, pasti kami dukung,” tutur Senen Haryanto, Kepala Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman, kemarin (6/10).
Senen menjelaskan, dengan adanya inventarisasi ini bisa menjadi blueprint pembangunan di DIJ. Terutama, tanah kas desa yang selama ini menjadi target investor untuk membangun di DIJ. “Jadi akan tahu, mana saja yang bisa dan tidak,” jelasnya.
Senada, Agus Santoso, Kepala Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman, menegaskan inventarisasi ini bakal berdampak positif terhadap pemdes. Mereka bisa mengantongi tanah-tanah kas desa yang masuk lahan tidur. “Tinggal memanfaatkan saja. Mana saja yang tidur,” tandasnya.
Seperti diketahui, Pemprov DIJ berencana melakukan inventarisasi. Terutama lahan-lahan tidur yang jika dipaksakan untuk pertanian tidak menghasilkan keuntungan ekonomi. “Juga untuk menghindari lahan produktif dilahantidurkan,” tutur Kasubag Pengendalian Pertanahan Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Pemprov DIJ Agus Triono pekan lalu.
Ia mengungkapkan, inventarisasi akan dilakukan di semua desa di DIJ. Jadi tak hanya menyasar desa di perbatasan yang masih menjadi idola investor. “Semua lahan tidur akan kami data,” lanjutnya.
Pendataan ini, akan sangat efektif untuk mengantisipasi perubahan-perubahan lahan produktif. Bahkan bisa menjadi data base bagi Pemprov DIJ dalam menentukan kebijakan. Apakah memberikan izin untuk alih fungsi dengan sistem sewa atau tidak.
“Bisa menjadi acuan yang jelas,” katanya. Ia mengungkapkan, inventarisasi ini akan menjadi awal mula bagi semua pihak dalam membangun. Termasuk investor bisa memanfaatkan data base lahan tidur itu.
Sebelumnya, anggota DPRD DIJ Chang Wendriyanto mendukung rencana inventarisasi lahan tidur tersebut. Selain bisa dimanfaatkan sebagai pedoman, juga lampu merah jika lahan pertanian berkurang. “Seharusnya ada kebijakan yang bisa mengerem pembangunan,” ungkap politikus PDI Perjuangan ini.
Wakil rakyat yang tinggal di Jalan Pajeksan, Sosromenduran, Gedongtengen ini mengatakan, akan banyak manfaat yang bisa diperoleh. Bahkan jika nantinya lahan tidur ini diketahui, bisa dikeluarkan kebijakan baru. “Misalnya seperti peraturan daerah atau produk hukum yang lain,” tandasnya.
Selain itu jika ada database, antisipasi konflik sosial antara investor dengan warga setempat pun bisa dilakukan. Pemerintah bisa memetakan daerah-daerah pertanian produktif yang sudah ditinggalkan warga. “Jadi memang benar-benar lahan tidur. Bukan tidur-tiduran,” kelakar Chang. (eri/laz)
Jadi Database, Hindari Lahan Aktif Dilahantidurkan

Breaking News