Kenduri Raya Jogjakarta oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT)

PAKEM – Seribu ekor kambing di-sembelih selama hari tasrik di Kompleks Integrated Mommunity Shelter Gondang Legi, Hargobinangun, Pakem kemarin (5/10).Kawasan itu merupa-kan tempat penampungan bagi korban erupsi Gunung Merapi 2010.Tidak kurang 20 ton daging dibagi-kan ke warga di 120 desa se-DIJ. Khu-susnya, bagi warga korban erupsi Merapi yang tersebar di wilayah Pa-kem, Cangkringan, dan Turi.Perayaan Hari Raya Idul Adha ber-tema “Kenduri Raya Yogyakarta” yang dihelat Aksi Cepat Tanggap (ACT) ini melibatkan ratusan warga. “Ka-mi ingin menginspirasi bahwa ber-qurban itu tidak harus selalu di masjid-masjid kampung,” ungkap Presiden ACT Ahyudin.
Kali ini, penyembelihan kambing mengusung konsep Global Qurban. Kambing yang disembelih berasal dari donatur muslim di berbagai Ne-gara untuk dibagikan kepada masya-rakat lintas agama. Konsep itu sekaligus untuk pem-berdayaan ekonomi masyarakat di kota-kota dan kabupaten yang ke-tempatan untuk Global Qurban. He-wan kurban dibeli di pasar lokal, meski donaturnya dari luar negeri. “Ini uniknya. Hari pertama ini, kam-bing disembelih dari pequrban asal Manchester, Inggris,” ujar Ahyudin yang menargetkan sedikitnya 10 ribu kambing kurban.Ke depan, kurban bakal dikonsep dengan melibatkan masyarakat se-cara langsung dalam pengadaan hewan kurban. Saat ini, kambing dibeli di pasar lokal, tahun depan, diupayakan pembelian dari ternak piaraan petani. Dengan begitu, pe-tani berperan sebagai produsen.Perayaan kurban kali ini, keterliba-tan warga sebatas penyembelihan, pemotongan, dan pengepakan, ser-ta distribusi daging kambing. Proses kurban dari hulu sampai hilir dia-wasi oleh petugas veteriner.
Bupati Sleman Sri Purnomo mnga-presiasi kegiatan yang bertujuan men-gharirayakan semua elemen masy-arakat pada Idul Adha 1435 hijriyah.Terlebih, perhelatan itu menjadi sara edukasi pemotongan hewan kurban secara syar’i dengan mem-perhatikan unsur higienisme. Mulai pemotongan, mencacah, mengemas, hingga distribusinya. “Kurban mengandung makna men-dekatkan diri kepada Allah dengan memupuk keikhlasan. Dan berfung-si sosial dan silaturahmi” tuturnya.Sri mengatakan, tidak semua war-ga Sleman bisa makan daging setiap hari. Setidaknya, saat ini masih ada sekitar 12 persen warga miskin yang butuh bantuan.
Untuk mengangkat derajat mereka, warga yang lebih mampu bisa me-nyisihkan sebagian harta benda dengan infak, sodakoh, dan zakat. “Pada ha-kikatnya, perintah kurban sudah ada sejak zaman Nabi Adam, di mana Habil dan Qobil diperintahkan ber-kurban,” ingatnya.Perintah kurban bagi orang yang mampu dipertegas dalam Surat Al Kautzar. “Tidak ada amal yang di-cintai Allah pada hari raya Idul Adha kecuali menyembelih kurban,” katanya. (yog/din/ty)

Breaking News