Tidak Mau Tunduk kepada Bangsa Lain

JOGJA – Sebagian umat muslim di Jogjakarta kemarin pagi ber-bondong-bondong menuju tanah lapang untuk melaksanakan sa-lat Ied dalam rangka Hari Raya Idul Adha. Demikian pula di Alun-Alun Utara Jogja, tampak ribuan orang memadati lokasi ini.Tepat pukul 07.00 WIB, salat Ied di Alun-Alun Utara dimulai, dengan imam dan khatib Ustad Wawan Gunawan Abdul Wahid Lc, MA
Dia adalah Ketua Bagian Kajian Kemasyarakatan dan Keluarga Majelis Tarjih dan Tajdisi Pim-pinan Pusat Muhammadiyah.Dalam khotbahnya Wawan mengingatkan, dalam Idul Adha yang dibarengi umat muslim menunaikan ibadah haji, bisa menjadi momen perbaikan bang-sa Indonesia. Menurut dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini, kualitas haji mabrur adalah kualitas haji transformatif.
ualitas haji transformatif. “Yaitu seorang yang di dalam diri-nya ada nilai-nilai perubahan menu-ju perbaikan. Suatu kualitas yang diperlukan bangsa ini,” ujar Wawan. Ia menambahkan, Indonesia sangat memerlukan alumni haji seperti itu, yang bisa member-dayakan saudaranya untuk meraih kesejahteraan bersama. “Mereka tidak rela anak bangsanya tunduk kepada bangsa lain dan meny-erahkan dirinya diatur pakai re-mote dari jauh,” ungkapnya.
Dalam salat Idul Adha di Alun-Alun Utara kemarin tampak ke-tidakhadiran raja Keraton Jogja yang juga Wagub DIJ Sultan HB X. Sultan tidak bisa hadir ke tengah jamaah karena saat ini tengah berada di Surabaya untuk men-ghadiri puncak peringatan HUT TNI di kota pahlawan itu.
Sementara itu, Garebeg Besar Keraton Jogjakarta sendiri baru akan dikeluarkan hari ini (5/10). Total dalam garebeg besar ini ada tujuh gunungan Keraton Jogja berisi ubo rampe yang akan diperebutkan untuk ma-syarakat umum. (pra/laz/gp)

Breaking News