Pelajar yang Terindikasi akan Lakukan Tawuran

SLEMAN – Satu buah bom molotov disita polisi dalam giat cipta kondisi yang digelar Polres Sleman. Barang tersebut didapat dari seorang pelajar yang disinyalir hendak melakukan aksi tawuran di wilayah Demak Ijo, Godean, Sleman. Polisi menduga, lokasi itu kerap digunakan berkoordinasi untuk melakukan aksi tawuran antarpe-lajar. Dari operasi itu polisi meng-amankan tujuh pelaku yang bersta-tus pelajar yakni, Jf, Sg, Nc, Fr, Fz, Yg, dan Fj. Polisi juga menyita ber-bagai jenis senjata tajam. Tiga se-peda motor turut diamankan dari tangan para ABG ini.
Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin mengatakan, ketujuh pelaku diaman-kan setelah sebelumnya patroli Sat Reskrim Polres Sleman mengindika-sikan adanya sejumlah kelompok pelajar yang diduga hendak melaku-kan aksi tawuran. Setelah diselidiki, petugas berhasil membubarkan kelompok tersebut. Meski pelaku berstatus sebagai pe-lajar, namun proses hukum tetap berjalan. Selain pembinaan di Polres Sleman, orang tua pelaku juga diha-dirkan. Pelaku terancam dengan pasal UU darurat. “Pelaku juga diwa-jibkan apel di Polsek Gamping usai proses kegiatan belajar mengajar,” tambahnya.
Dalam kasus lainnya, Polres Sleman juga meringkus kawanan pelaku pen-curian dengan kekerasan yang ter-jadi di Circle K Jalan Magelang Km 5,5 Sendangadi, Mlati, Sleman. Em-pat tersangka diamankan yakni, Tri Indarto, 22, warga Tridadi, Sleman, Krisna Afrianto, 21, warga Triharjo, Sleman, Feri Kristanto, 25, warga Triharjo, Sleman, dan Lintar Doni, 20, warga Donoharjo, Ngaglik, Sleman.Dalam menjalankan aksinya, tersang-ka menggunakan modus berpura-pura mobil yang dikendarai tersang-ka ditabrak korban. Saat itulah, ter-sangka melakukan intimidasi dengan alasan ganti rugi kerusakan mobilnya. Barang yang diambil pun tak main-main. Beberapa HP dan sejumlah uang Rp 450 ribu menjadi barang bukti kejahatannya. (fid/din/ty)

Breaking News