Beda Idul Adha, Umat Islam Diminta Saling Menghormati

JOGJA – Perayaan Idul Adha tahun ini dipas-tikan tidak bersamaan. Muhammadiyah sejak jauh hari sudah menetapkan Idul Adha jatuh pada Sabtu hari ini (4/10). Sementara pemerin-tah, melalui Kementerian Agama menetapkan Idul Adha jatuh hari Minggu besok (5/10). Menyikapi perbedaan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja Sigit Warsita meminta untuk tidak perlu diper-debatkan. Dia juga meminta kepada seluruh umat muslim supaya bisa saling menghor-mati dan tidak saling menyalahkan karena adanya perbedaan ini. “Idul Adha ini kan termasuk ibadah sosial yang memberikan kemaslahatan bersama, tidak perlu diperma-salahkan (perbedaan Idul Adha, Red),” ujar Sigit kepada Radar Jogja kemarin (3/10). Meski pemerintah menetapkan Idul Adha pada hari Minggu, Sigit sendiri mengatakan akan memfasilitasi salat Ied bagi yang akan melaksa-nakan pada Sabtu maupun Minggu
Hal itu juga sesuai keyakinan masing-masing umat. Seperti yang akan dilakukan di kompleks Balai Kota Timoho Jogja, yang akan menyelenggarakan salat Ied dua kali. Yaitu pada Sabtu di lapangan halaman depan Balai Kota, sementara yang melaksanakan salat Ied pada Minggu dilaksanakan di Masjid Diponegoro, Kompleks Balai Kota Jogja. Sementara terkait sekolah yang masih menerapkan masuk se-kolah enam hari, Sigit mengaku sudah mendapat surat edaran dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja. Menurut dia, pekan lalu sudah diajak dalam rapat koordinasi terbatas di Pemkot Jogja. Dalam SE itu disebutkan, pada Sabtu hari ini kegiatan be-lajar mengajar diliburkan. Pi-haknya juga sudah minta petunjuk ke Kanwil Kemenag DIJ dan di-persilakan mengikuti. “Sudah ada edaran pada Sabtu seluruh RA (Raudatul Adfal) dan Madra-sah di Jogja belajar di rumah,” terangnya.
Hal itu juga diakui Kepala Dis-dik Kota Jogja Edy Heri Suasana. Menurut dia, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran (SE) untuk mempersiapkan Idul Adha beberapa hari lalu. Dalam SE tersebut disebutkan jika pem-belajaran di sekolah-sekolah pada Sabtu hari ini diliburkan. Selain itu dalam SE juga terdapat imbauan kepada sekolah yang akan menyembelih hewan kur-ban bisa dilaksanakan pada hari Minggu (5/10).Edy menjelaskan, meski pada Sabtu hari ini kegiatan sekolah diliburkan, dipastikan tidak akan mengganggu proses pembelajaran. Sejak awal tahun pendidikan, Disdik Kota Jogja sudah mem-buat kalender akademik tentang hari efektif sekolah. “Sudah kami hitung, (libur Idul Adha) tidak mengganggu hari efektif belajar karena masih punya kelonggaran waktu,” ungkapnya.

HB X Salat Ied di Surabaya

Gubernur DIJ Hamengku Bu-wono X pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1435 H/2014 kali ini terpaksa tidak salat Ied di Jogjakarta. Raja Keraton ini harus berangkat ke Surabaya untuk menghadiri peringatan HUT TNI 5 Oktober tingkat nasional yang dipusat di kota pahlawan itu.”Aku neng Suroboyo e,” kata HB X di Kepatihan kemarin (3/10). Ia menjelaskan bahwa kemun-gkinan besar dia akan salat Ied di Surabaya. Ini pula yang men-jadikan dia membagikan hewan kurban kemarin. Sebab, selain harus berangkat ke Surabaya, juga karena bebarapa masjid yang mendapatkan hewan kur-ban itu akan menyembelih pada hari Sabtu ini (4/10).
HB X menyerahkan hewan kurban tujuh ekor sapi. Hewan kurban itu akan dibagikan ke-pada masing-masing kabupaten/kota, Masjid Besar Kauman dan Masjid Gedhe Puro Pakualaman. Rangkaian penyerahan hewan kurban dari gubernur dan Wagub DIJ itu diawali dengan pemba-caan doa oleh Juwahir dari Biro Kesra Pemprov DIJ. Tujuh ekor sapi itu kemudian dibagikan untuk Kota Jogja, Kabupaten Bantul, Kulonprogo, Gunungki-dul, dan Kabupaten Sleman.
Selain itu juga di Masjid Besar Kauman Keraton Jogja dan Ma-sjid Gedhe Pakualaman. Penyera-han ketujuh hewan kurban jenis sapi Brahman dan PO (Perana-kan Unggul) yang berasal dari Cangkringan, Sleman, ini, diha-diri para pejabat. Setelah dise-rahkan Gubernur HB X kepada masing-masing penerima, hewan kurban langsung dikirim ke masing-masing lokasi penerima dengan menggunakan mobil pikap.(pra/eri/laz)

Breaking News