Dibangun di Dua Kecamatan, Diklaim Ramah Lingkungan

KULONPROGO – Pompa hidram sebagai Teknologi Tepat Guna (TTG) semakin diminati warga Kulonprogo, khususnya mereka yang berdomisili di dataran tinggi, seperti di Kecamatan Kalibawang dan Girimulyo.Pompa hidram adalah pompa air yang bekerja menggunakan hentakan hidrolik air, dengan prinsip kerja menggunakan energi kinetik dari air yang mengalir.Pompa jenis ini tidak membutuhkan listrik dan bahan bakar minyak, sehingga diklaim cukup ramah lingkungan. Biaya pembuatan, operasional dan perawatan, juga terbilang sangat murah dibanding jenis pompa lainnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dan Wakil Bupati Sutedjo menyambut baik teknologi tepat guna itu, karena dinilai sangat efektif dan membantu meringankan masya-rakat yang tengah membutuhkan air bersih.Melalui forum “Aspirasi Warga” di Rumah Dinas Bupati, Kamis (2/10), Camat Girimulyo Purwono malporkan, di wilayahnya sudah ada dua pompa hidram dan dapat berjalan baik.
“Teknologi tepat guna pompa hidram ini perlu dipakai, apalagi ketika kami di Purwosari keku-rangan air,” kata Purwono.Purwono mengungkapkan, pompa hidram di Girimulyo dipasang ketika Suryadi, warga desa Godean Kabupaten Skeman mengajak warga Purwosari, Ke-camatan Girimulyo untuk belajar pembuatan hidram milik Bandi warga Kecamayan Kalibawang.Meski Suryadi warga Godean Sleman dan berdinas di TNI Angkatan Laut, tetapi Suryadi prihatin dengan kondisi kekeringan di daerah pe-gunungan Menoreh.
Suryadi kemudian membantu pengadaan karet untuk digunakan pembuatan klep pompa. Kades Purwosari Purwito Nugroho me-nambahkan, dua pompa hidram yang telah terpasang, mampu dimanfaatkan oleh 30 kepala keluarga (KK), dengan membuat saluran paralon diameter setengah dim sejauh 2 km. “Untuk pembuatan satu pompa hidram, membutuhkan biaya Rp 3 juta hingga Rp 5 juta, tergantung ukuran, ditambah biaya beli pipa PVC saluran,” imbuh Purwito.Dengan dua pompa, diakui belum mencukupi kebutuhan warga Purwosari, terutama wilayah sebelah timur. Karena itu, akan dibangun satu unit pompa hidram lagi. “Tempatnya cukup potensial, tapi saat ini masih mengalami kendala biaya. Dan perlu dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya. (tom/jko/rg)

Breaking News