Realistis, Satu Poin di Semarang
JOGJA-PSS Sleman sudah siap tempur menjalani laga berat kontra PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang Sabtu (4/10) besok. Pagi Ini, klub besutan Herry Kis-wanto ini bertolak ke Semarang dengan kekuatan 18 pemain. Sore harinya mereka langsung melakukan uji lapangan.Meskipun berharap mampu segera me-raih tiga angka pada laga tandang, mana-jemen Super Elang Jawa (Super Elja) me-milih realistis. Direktur Putra Sleman Sembada (PT PSS) Supardjiono mengata-kan, sangat sulit bagi PSS memenangi laga di Stadion Jatidiri. Hal ini tentu di-sebabkan begitu perkasanya tim Mahesa Jenar-julukan PSIS Semarang selama di-langsungkannya musim ini.
Jangankan di kandang, di kandang lawan pun klub besutan Eko Riyadi ini mampu mencuri kemenangan. “Saya akui PSIS terlalu tangguh saat bermain di kandang sendiri. Sangat sulit mengalahkan mereka di Semarang Untuk itu kami me-milih realistis saja,” kata Supar-djiono kemarin (2/10).Pardji mengungkapkan, Super Elja-julukan PSS Sleman- cukup mencuri satu angka saja di Semarang. Pencapaian itu sudah sangat pas jika hanya untuk memperlancar langkah PSS lolos ke babak semifinal.Raihan satu angka juga dipercaya akan mendongkrak kepercayaan diri para pemain PSS menjalani pertandingan-pertandingan berikut. Jika di tempat seangker Jatidiri saja PSS bisa meraih hasil imbang, di laga tandang lainnya pasti dapat meraih kemenangan. “Target satu poin sudah paling re-alistis untuk kami. Satu poin saja kepercayaann diri anak-anak bisa terdongkrak,” tandasnya, Asisten Pelatih PSS Edi Broto memastikan semua pemain utama siap tempur. Kristian Adelmund sudah siap ber-hadapan dengan lini serang PSIS yang digalang Ronald Fagundez dkk. “Anak-anak sudah benar-benar siap. Se-cara fisik sudah sangat oke. Mental mereka sudah benar-benar berani. Sama sekali tak jeri melihat kualitas PSIS yang boleh dibilang sangat layak jadi kandidat terkuat dalam perebutan tiket ke ISL,” jelasnya
Sayangnya saat berlaga di Semarang, PSS sangat mungkin tidak mendapat dukungan dari suporter fanatik mereka Brigata Curva Sud (BCS). Beberapa waktu lalu panpel PSIS mengeluarkan larangan hadir bagi para penggemar Super Elja, termasuk BCS. Namun BCS tidak tinggal diam menghadapi larangan masuk ke Jatidiri. Salah satu anggota BCS, Jaguar Tominangi mengatakan tadi malam perwakilan BCS langs-ung bertolak ke Semarang guna melakukan mediasi dengan panpel PSIS. “Memang kami belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari panpel PSIS Semarang. Namun kami su-dah tahu kalau mereka melarang kami datang. Karena itulah kami langsung melakukan me-diasi,” jelas pria yang akrab disapa Jenggo ini.Jenggo berharap mediasi ini membuahkan hasil. Sebab saat berjuang di Semarang, pemain PSS tentu membutuhkan dukungan penuh dari suporter. “Ya semoga saja me-diasi ini berhasil,” harapnya. (nes/din/ga)

Breaking News