grafis-terdakwa-sutet
Vonis dan Uang Pengganti Bervariasi

JOGJA – Pengadilan Tipikor Jog-ja memvonis bersalah terhadap delapan terdakwa kasus tindak pidana korupsi proyek pembangu-nan jaringan Saluran Udara Te-gangan Ekstra Tinggi (SUTET) pada 2004 – 2005 di Desa Timbul-harjo, Kecamatan Sewon, Kabu-paten Bantul, kemarin. Hukuman penjara yang dijatuhkan itu ber-variasi.Dalam amar putusannya, maje-lis hakim menilai terdakwa ter-bukti bersalah melakukan tidak pidana korupsi secara bersama-sama, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara dan menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Akibat perbuatan itu, negara mengalami kerugian Rp 1,911 miliar
“Memutus terdakwa Samin Hadi Susanto dan Surono terbukti ber-salah melanggar dakwaan alter-natif pertama subsider Pasal 3 UU Tipikor No.31/1999 jo UU No.20/2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” kata Hakim Ketua Soewarno SH ketika membacakan putusan.Vonis majelis hakim lebih ring-an dari tuntutan jaksa. Sebelum-nya, Samin dan Surono masing-masing dituntut 2 tahun penjara, denda Rp 100 juta subsidair 4 bulan kurungan. Suharto dituntut 4,5 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 20 juta subsidair 2 tahun 3 bulan penjara. Djumakir Suhud dituntut 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan ku-rungan dan uang pengganti Rp 6 juta subsidair 2 tahun penjara. Kemudian Misman Nurcahono dituntut pidana penjara 2 tahun 3 bulan dan denda Rp 100 juta subsidair 4 bulan kurungan.
Sebagai pegawai PLN yang ber-tugas mencatat daftar inventarisir tanaman, Samin dan Surono dini-lai sengaja memasukkan tanaman titipan atau tanaman yang ting-ginya kurang dari tiga meter seba-nyak 3.990 pohon jenis jati dan melinjo ke dalam daftar inventa-risir. Akibatnya, jumlah tanaman warga terdampak membengkak dan berakibat bertambahnya uang kompensasi yang keluar dari kan-tong PLN.
Dalam amar putusan Samin dan Surono diwarnai dissenting opi-nion atau perbedaan pendapat diantar majelis hakim. Hakim ang-gota dua, Samsul Hadi berpenda-pat bahwa kedua terdakwa dalam proyek Sutet memiliki tugas pokok sebagai pengawas konstruksi dan petugas cek lapangan. Keduanya melakukan pendataan tanaman warga berdasar perintah lisan ata-san dari PLN.”Samin dan Surono terbukti ber-salah turut serta memanipulasi daftar inventarisasi jumlah tanaman milik warga terdampak proyek Sutet yang memperoleh uang kom-pensasi,” papar Suwarno.Atas vonis tersebut, terdakwa Samin, Surono, Suharto, Djumakir, dan Misman menyatakan pikir-pikir. “Kami pikir-pikir dulu,” kata penasihat hukum terdakwa Su-harto, Ibnu Agus Triyanto SH, usai sidang kemarin. (mar/laz/gp)

Breaking News