Dapat SMS Penangguhan 9,5 Jam Sebelum Pelantikan
JOGJA – Idham Samawi, calon legislatif (caleg) terpilih DPR RI dari Dapil DIJ sampai saat ini belum mendapatkan surat penangguhan pelantikannya. Idham baru mengetahui dirinya tak jadi dilantik sebagai wakil rakyat di pusat 9,5 jam sebelum Presiden Susilo Bambang Yudoyono melantik dan mengambil sumpah anggota DPR.
“Dinihari tadi (kemarin pagi, Red) pukul 00.30 lewat SMS penghubung partai di KPU,” kata Idham saat dikonfirmasi kemarin (1/10). Ia menceritakan menerima pesan singkat tersebut saat masih berada di Hotel Borobudur, tempat caleg terpilih DPR RI menginap.
Saat lewat tengah malam itulah ponselnya berdering dan mendapatkan SMS jika dirinya tidak ikut dilantik di antara 555 anggota DPR RI. “Saya dapat informasi penangguhan ini dari Ketua DPP PDIP Bidang Hukum Trimedia Panjaitan melalui telepon,” terang Idham.
Mantan Bupati Bantul ini mengaku sebenarnya sudah merasakan dirinya juga ditangguhkan saat acara gladi bersih. Dalam gladi bersih pelantikan, Idham tak ikut bersama wakil rakyat terpilih lain. “Karena ada polemik itu, saya putuskan ndak ikut,” katanya.
Atas keputusan KPU itu, Idham mengaku dirinya memilih menyikapi hal tersebut dengan menuruti. “Setelah diputuskan ditunda, ya sebagai warga negara yang baik saya menuruti,” akunya.
Ia juga menolak untuk mengambil langkah hukum atas penangguhan tersebut. Suami Bupati Bantul Sri Surya Widati ini memilih untuk menyerahkan tindak lanjut atas keputusan tersebut kepada partai pengusungnya, PDI Perjuangan. “Semuanya saya serahkan sepenuhnya kepada partai,” tandas Idham.
Langkah PDI Perjuangan, kata Idham, sore kemarin menggelar rapat. Ini sebagai bentuk penyikapan atas penangguhan pelantikan terhadap ketua DPP Bidang Kaderisasi dan Rekruitmen itu. Juga kolega Idham di PDIP Herdian Koosnadi dari Dapil Banten yang turut ditangguhkan.
Selain memilih untuk menanti langkah dari DPP, Idham memberikan imbauan terhadap 120 ribu masyarakat yang memilihnya. Ia meminta masyarakat menunggu keputusan partai, khususnya seluruh kader PDIP di DIJ untuk menjaga sikap.
“Saya minta menunggu apa yang menjadi keputusan, bahasanya kan ditangguhkan. Kita tunggu nanti seperti apa,” ajak Idham yang kini dalam status tersangka dugaan korupsi dana hibah Persiba Bantul itu.
Dihubungi terpisah, Komisioner KPU DIJ Faried Bambang Siswantoro mengatakan, penangguhan hingga menunggu ada keputusan tetap. “Logikanya menunggu inkrah, apakah bersalah atau tidak?” tandas Faried.
Sedangkan soal hak Idham, Faried mengungkapkan, hak terikat jika sudah dilantik. Jadi jika Idham masih belum resmi menjadi anggota DPR RI, otomatis hak-haknya pun tak ikut diberikan. Hak tersebut baru diberikan jika dia sudah dilantik secara resmi.
Lebih lanjut Faried menjelaskan, partai pengusung masih bisa mengajukan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap Idham. Tapi, kalau tak ada PAW, posisi Idham di DPR RI tetap kosong sampai ada keputusan hukum tetap.
Sementara itu, Kasi Penerangan Hukum Kejati DIJ Purwanta Sudarmaji mengatakan bahwa kejati serius dalam menangani kasus ini. Hanya, Purwanta enggan mengomentari seputar penundaan pelantikan Idham dengan alasan bukan ranahnya, melainkan sudah masuk ke arena politik. “Tidak ada pengaruhnya IS dilantik atau tidak. Yang jelas perkara ini masih terus berjalan,” tandas jaksa asal Imogiri ini.
Menurutnya, kasus ini masih dalam tahap pra penuntutan. Penyidik mengkaji semua alat bukti yang ditemukan untuk menyimpulkan sekaligus memperkuat unsur dugaan tindak pidana korupsi. Tujuannya agar tersangka tidak memiliki celah untuk melakukan pembelaan atas perbuatannya itu. “Kita sama-sama tunggu hasil penyidikan tim penyidik,” kilahnya.
Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Hifzil Alim mengapresiasi penundaan pelantikan Idham Samawi sebagai anggota DPR RI. Langkah ini sebagai wujud komitmen presiden dalam mendukung pemberantasan korupsi. Jangan sampai anggota DPR 2014-2019 yang dilantik bermasalah. Namun demikian, apabila para tersangka ini kelak dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan, maka perlu ada rehabilitasi. (eri/mar/laz)
Kaji Semua Alat Bukti agar Tak Punya Celah

Breaking News