Sekda Langsung Galau di Status BB

WONOSARI – Upaya tiga kabupaten yakni Pacitan, Wonogiri dan Gunung-kidul untuk meloloskan Geopark Gunungsewu menjadi warisan dunia, belum membuahkan hasil. Tim penilai geopark dari UNESCO yang telah be-berapa kali turun ke tiga kabupaten itu belum bisa mengakui dan mengesahkan.Asek I Setda Gunungkidul Supri-yadi mengatakan, informasi belum diakuinya Geopark Gunungsewu masuk jaringan Global Geopark Net-work UNESCO diperoleh melalui pesan singkat SMS yang dikirim Sekda Budi Martono.
Budi Martono menulis, ada 11 lokasi global geopark yang diakui dan di sahkan oleh UNESCO. Masing-masing, Orea Of The Global Geopark (Austria), Tumbler Ridgeglobal Geopark (Ca-nada), Mount Kunlun Global (Tiongkok), Dali Mount Cangshan Global Geopark (Tiongkok), Odsherred Global Geopark (Denmark), Month S Ardeche Global Georaprk (Prancis), Aso Global Geopark (Jepang), Land Of Knights Global Geopark (Portugal), El Hierro Global Geopark (Spanyol), Monila and Alto Tajo Global Geopark (Spanyol), dan Mgoun Global Geopark (Maroco).
“Yang lain saja mengusulkan ber-kali-kali belum diakui oleh UNESCO. Jadi, masih ada kesempatan melaku-kan pembenahan di waktu mendatang, ” kata Supriyadi kemarin (28/9).Meski tidak menyebut secara pasti kendala apa yang mengakibatkan Geopark Gunungsewu gagal, mantan kepala dinas tanaman pangan dan hortikulutra (TPH) ini menjelaskan bahwa penilaian Unesco dilakukan di tiga kabupeten.
“Kita belum tahu penyebab ke-gagalan karena apa. Tapi yang jelas, kami sudah sudah berusaha maksi-mal mengusulkan Geopark Gunungsewu agar diakui sebagai warisan dunia,” ujarnya.Menurut Supriyadi, terlepas dari alasan kegagalan, ke depan pemkab akan membenahi sarana pendukung di wilayah Geopark Gunungsewu, khususnya Gunungkidul. Sarana pendukung seperti infrastruktur maupun kelembagaan akan digarap. “Ke depan, kami tetap akan berjuang untuk memenuhi sarana pendukung tersebut,” tegasnya.
Diakui, selama ini pemerintah me-mang sudah menyiapkan diri terkait usulan masuk dalam jaringan Global Geopark UNESCO. Pelatihan kepada warga, menyiapkan lokasi hingga melakukan studi banding ke Batur di Bali untuk mempelajari pengelolaan geopark sudah dilakukan. Bahkan, miniatur tentang Geopark Gunungsewu juga sudah dibuat di tugu perbatasan Gunungkidul dengan Bantul.Bentuk kekecewaan atas kegagalan penilaian UNESCO ini diluapkan Sekda Gunungkidul Budi Martono. Meski tidak bisa dikonfirmasi secara langsung, nada putus asa disampaikan ke publik melalui media sosial. “Berat sekali persyaratan untuk bergabung ke Global Geopark UNES-CO,” tulis Sekda Gunungkidul Budi Martono dalam status BlackBerry (BB)-nya. (gun/laz/ga)

Breaking News