Periksa Tiga Pelaku sebagai Tersangka

MAGELANG – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Magelang kembali meme-riksa tiga terdakwa kasus pelemparan bom molotov di rumah wartawan Radar Jogja Frietqi Suryawan alias Demang di Kampung Jagoan 3, kemarin (23/9). Ketiganya ada-lah Choirun Naim, Heri Utama, dan Yordan Setiawan. Pada minggu lalu, pemeriksaan masing-masing terkait posisi sebagai saksi, meng-ingat kasus ini displit atau dipisah.
Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Irfan Efendi, peme-riksaan masing-masing dilakukan dalam posisi sebagai terdakwa. “Sidang kali ini memeriksa para terdakwa,” kata Irfan Efendi.Dalam pemeriksaan, keterangan ketiga terdakwa tidak berubah alias hampir sama dengan persi-dangan sebelumnya.Intinya, me-reka mengakui perbuatan pelempar-tan bom molotov. Tujuannya, memberi shock therapy pada war-tawan, karena pemberitaan soal pembangunan Pasar Rejowinangun. Apalagi, ketiganya mengaku terlibat dalam proses pembangunan ter-sebut sebagai tenaga keamanan.
Para terdakwa mengakui, bahwa mereka tidak paham berita apa yang ditulis oleh korban. Karena jarang membaca surat kabar.Terdakwa Choirun Naim me-ngatakan, tindakan yang dilaku-kan sebagai bentuk pembelajaran pada korban. Akibat pemberi-taan tersebut, dirinya dikeluarkan dari pekerjaannya sebagai ke-amanan pembangunan Pasar Rejowinangun. Ia mengatakan, rencana semula akan memu-kuli korban. Namun, mereka juga menyiapkan skenario lain, jika rencana pertama gagal.
“Saat berada di depan rumah korban ada orang lain di dekat rumah, rencana memukuli kor-ban diurungkan dan diganti melempar molotov yang di-siapkan sebelumnya,” katanya.Yordan alias Yoyo mengakui, melempar bom molotov ke arah depan teras rumah korban. “Tidak ada tujuan untuk mem-bakar rumah. Botol saya lempar-kan ke arah depan teras dengan tujuan untuk shock therapy’ pada korban,” ucapnya, menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aksa Dian Agung.Pada sidang lanjutan tersebut, Hakim Irfan Effendi menanyakan, apakah para terdakwa akan mengajukan saksi yang mering-ankan atas perkara yang dihadapi, Mereka menyatakan tidak mengajukan saksi. Atas jawaban para terdakwa yang tidak di-dampingi penasihat hukum ter-sebut, majelis hakim menunda persidangan hingga dua pekan yang akan datang dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU.Menariknya, usai sidang, JPU Sandra Liliana Sari mengatakan, para terdakwa kooperatif. Jawa-bannya tidak berbelit-belit dan mereka mengakui segala per-buatannya. (ady/hes/ga)

Breaking News