JOGJA – Setalah Jalan C Simanjutak diubah searah ke Selatan, kini ruas Jalan Prof Yohanes juga segera diubah searah ke Utara. Rencananya perubahan tersebut dimulai Kamis (25/9) lusa. Kepastian ini, setelah dilakukan koordinasi forum lalu lintas Kartamantul.
Kasi Rekayasa Lalu Lintas Di-nas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Windarto menjelaskan, karena ruas Jalan Prof Yohanes terbagi dua, antara Kota Jogja dan Kabupaten Sleman, sehingga pihaknya harus berkoordinasi dengan Dishub Sleman, Pol-resta Jogja, Polres Sleman dan Polda DIJ. Dari hasil di forum koordi-nasi lalulintas Kartamantul ter-sebut, disepakati Jalan Prof Yo-hanes diterapkan menjadi sea-rah. Ruas jalan tersebut dari perempatan Galeria hingga Sa-gan dibuat searah dari Selatan ke Utara pada Kamis (25/9) mu-lai pukul 08.00 WIB. “Besok Ka-mis, sudah resmi searah,” ujar Windarto kemarin (22/9). Pe-nerapan satu arah Jalan Prof Yohanes tersebut akan berlaku 24 jam. Untuk kepentingan tersebut, sudah dilakukan sosialisasi ke warga sekitar, bersamaan dengan sosialisasi penerapan jalan sea-rah di Jalan C Simanjuntak. Respon masyarakat di sana, diakuinya juga bagus.
Dishub Kota Jogja juga sudah membuat rambu-rambu. Pi-haknya memasang empat ram-bu larangan belok ke Selatan di gang-gang warga.Menurut dia, meski ruas Jalan Prof Yohanes yang masuk dalam wilayah Kabupaten Sleman hanya sepanjang 200 meter, namun untuk penyiapan rambu ter-banyak, justru dari wilayah Sle-man. “Sleman menyiapkan semua, itu seperti kita menyiapkan Ter-ban (Jalan C Simanjutak) dulu,” ungkapnya.
Windarto mengatakan, dengan perubahan arus Jalan Prof Yohanes dari Selatan ke Utara tersebut, beban paling berat justru di wilayah Sleman. Seperti di pertigaan Colombo hingga Demangan, menurut dia, pada tahap awal, wilayah Kota Jogja akan berimbas, karena warga yang belum tahu. “Kalau wilayah kota, kepadatan di perempatan Gramedia,” je-lasnya.Sementara terkait dengan parkir, Windarto mengatakan, parkir akan dibuat searah berada di sebelah Timur jalan. Menurut dia, untuk wilayah sisi sebelah Barat, sudah banyak lahan par-kir yang dimiliki pertokoan.Pihaknya memperhatikan hal itu dan tidak ingin mengganggu parkir yang sudah ada. “Hara-panya, semua bisa parkir di da-lam, tidak perlu parkir di jalan,” tuturnya. (pra/jko/nn)

Breaking News