KULONPROGO – Desa Sindu-tan, Kecamatan Temon, Kulon-progo, menjadi desa pertama yang menerima sosialisasi dari tim persiapan pengadaan tanah un-tuk bandara baru kemarin (16/9). Sosialisasi yang diikuti ratusan warga Sindutan itu berjalan cu-kup lancar, tanpa ada penolakan dari warga yang hadir. Pantauan Radar Jogja, sosia-lisasi dipusatkan di dua tempat, yakni di Balai Desa Sindutan dan halaman Masjid Faqih, Dusun Dukuh, Desa Sindutan.Tim sosialisasi terdiri atas Pemprov DIJ, PT Angkasa Pu-ra, dan BPN. Selama sosiali-sasi mendapat pengamanan ketat dari anggota kepolisan, TNI dan Satpol PP.Sosialiasi dimulai pukul 09.00 dan berlangsung hampir dua jam. Dari daftar hadir sosialiasi di Balai Desa Sindutan, tercatat ada 119 warga dari total 131 warga Sindutan yang datang memenuhi undangan (90,8 per-sen). Sementara di halaman Masjid Faqih sekitar 150 orang yang datang dari 160 warga yang diundang (93 persen). Ketua Tim Persiapan Penga-daan Bandara Drs Sulistiyo SH CN MSi menjelaskan, sosiali-sasi kali ini merupakan tahap persiapan, sebelum dilakukan pengadaan tanah untuk ban-dara. Materi yang disampaikan di antaranya maksud dan tu-juan pembangunan bandara serta tahapan-tahapan yang akan dilakukan, termasuk di dalamnya pengadaan tanah bandara. Peserta sosialisasi juga disuguhi rekaman sejumlah bandara di Indonesia yang sudah dibangun PT Angkasa Pura sebagai gamba-ran. Di antaranya pembangunan bandara di Lombok yang dulunya dijelaskan sebagai lahan yang tandus dan kini menjadi wilayah kota baru yang tumbuh pesat se-telah dibangun bandara. “Masyarakat sebetulnya sang-at ingin tahu informasi-infor-masi mengenai bandara, dalam sekempatan kali ini semua sudah dijelaskan baik dari Angkasa Pura, BPN, dan Pemda. Masya-rakat sudah mendengar semua penjelasannya. Sepertinya ma-syarakat mendukung untuk perbaikan ke depan serta untuk generasi berikutnya,” terang Su-listyo yang juga Asisten Pemerin-tahan dan Kesra Sekda DIJ usai sosialiasi di Balai Desa Sindutan. Sulistyo menjelaskan, sesuai jadwal, sosialisasi serupa akan dilakukan di semua desa di Ke-camatan Temon. Sosialiasi dila-kukan secara bergilir hingga Selasa (23/9) mendatang. Tahap selanjutnya yakni pendataan awal lokasi rencana pembangu-nan dan konsultasi publik. “Saat konsultasi publik itulah jika ada warga yang keberatan, baru dapat mengajukan keberatan secara tertulis. Di situ masyarakat bisa menyampaikan keluhan-keluhan yang akan dilampirkan dalam berita acara, kemudian apa yang mesti dilakukan, sehingga akan ketemu apa yang diinginkan masyarakat dengan kami. Prin-sipnya tetap mengedepankan musyawarah untuk mencapai kesepakatan, ” jelasnya. Wakapolres Kulonprogo Kompol M Akbar Thamrin mengatakan, dalam proses pengamanan so-sialisasi kali ini pihaknya mener-junkan 274 anggota Polres Kulon-progo dan didukung BKO Polda DIJ meliputi 30 anggota Satbrimob, 30 anggota Sabhara Polda, dan 24 personel Intel Polda DIJ.”Total ada 358 personel Polri yang diterjunkan hari ini. Kami juga dibantu TNI, sesuai kese-pakatan awal kami dibantu 100 personel TNI dan hari ini ada 30 personel TNI. Selain itu juga didukung 50 anggota Satpol PP, yakni 30 anggota Satpol PP dari Kulonprogo dan 20 dari Pemprov DIJ,” terangnya. Kompol M Akbar Thamrin menambahkan, dalam penga-manan sosialisasi, di setiap desa calon lokasi bandara juga ditempatkan personel polisi setiap hari, kendati tidak se-muanya. Hal itu dilakukan se-bagai langkah antisipasi agar tidak ada massa dari desa yang belum mendapat sosialisasi ber-gabung ke desa yang akan dan tengah dilaksanakan sosialisasi. Rata-rata masing-masing desa ditempatkan 30 personel, namun khusus di Desa Glagah dan Pali-han ditambah menjadi 60 perso-nel karena dinilai memiliki kera-wanan yang cukup tinggi. “Akses masuk ke wilayah Temon juga kami tempatkan anggota dari BKO Polda, jangan sampai nanti ada masyarakat luar yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan sosialisasi di wilayah Temon ber-gabung ke sini,” imbuhnya. Salah seorang peserta sosia-liasi, Muridan, 54, warga Sindu-tan menuturkan, tanggapan warga Desa Sindutan sebetulnya biasa-biasa saja, karena kebe-tulan di desa ini tidak ada per-mukiman yang terkena pem-bangunan bandara, melainkan ha nya tegalan. “Kalau saya pribadi setelah men-dengar penjelasan dari tim sosia-liasi setuju dengan pembangunan bandara. Menurut saya bandara itu akan mengangkat kemajuan masyarakat di Kulonprogo,” ujarnya usai mengikuti sosialiasi. Berdasarkan jadwal, sosialisasi berikutnya akan dilaksanakan di Desa Palihan Rabu hari ini (17/9). Lokasinya di Balai Desa Palihan, rumah Danang Suken dro untuk Dusun Palihan II Desa Palihan; rumah Susanto (Dukuh) Kragon I Desa Palihan; dan rumah Wi-harto (Dukuh) Kragon II Desa Palihan. (tom/laz/gp)

Breaking News