PIYUNGAN – Dugaan aksi kekerasan yang dilakukan oknum guru terhadap siswanya akhirnya diselesaikan dengan islah. Kesepakatan damai ditempuh setelah orang tua siswa yang dimediasi pihak sekolah bertemu dengan oknum guru berinisial HS tersebut di SMP Pembangunan Maarif kemarin (15/9). Hadir dalam mediasi, orang tua siswa Rifki Cahya Purnama, guru HS, komite sekolah, dewan sekolah. Serta kepala sekolah SMP Pembangunan Maarif, perwakilan Yayasan Maarif Bantul, dan perwakilan Polsek Piyungan. Kepala Sekolah SMP Pembangunan Maarif Edi Nasruddin berharap persoalan ini menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir. Disamping itu, persoalan ini juga dapat dijadikan pembelajaran bagi seluruh guru di SMP yang terletak di Srimartani, Piyungan itu. “Kami bisa memahami soal kejadian kemarin. Ini bagian masalah yang telah lewat,” terang Edi. Sebagai sesama guru, Edi mengaku cukup mengenal baik kepribadian HS. Termasuk di antaranya bagaimana HS ketika mengajar. Di lingkungan sekolah HS memang dikenal sebagai sosok guru yang kerap melontarkan joke segar saat mengajar. “Itu memang kurang bagus. Tapi hal tersebut hanya sebagai guyonan,” ujarnya. Edi juga memaklumi posisi HS sebagai guru. Terkadang berbagai persoalan yang dialami guru di rumah, misalnya, berdampak pada sikapnya saat mengajar. “Guru juga manusia. Kadang-kadang labil. Kami ingin persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan,” harapnya. Apalagi, siswa yang akrab disapa Kiki tersebut selama ini juga menjadi salah satu anak didik yang mendapatkan prioritas pengawasan pihak sekolah. Untungnya, dari waktu ke waktu pengawasan tersebut membuahkan hasil. Lambat laun Kiki berubah menjadi siswa yang mampu mengubah perilakunya. Di depan forum mediasi, HS mengakui kesalahannya dan bersedia meminta maaf kepada orang tua siswa. Sebagai pendidik, HS mengaku terkadang bertindak tegas kepada para siswanya. Namun di balik sikap tegasnya itu juga terbersit harapan agar siswanya dapat menjadi lebih baik. “Saya akui itu kelalaian. Saya hanya seorang pengajar,” ungkapnya. Sementara itu, orang tua siswa Ratno menuturkan akan menjadikan persoalan ini sebagai bahan introspeksi. Agar kedepannya sebagai orang tua dia mampu mendidik anaknya lebih baik. “Atas nama wali murid Kiki, saya menerima maaf,” tandasnya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, oknum guru berinisial HS diduga menendang seorang siswanya. Gara-garanya, siswa tersebut mengabaikan perintahnya untuk mengulangi membaca teks Bahasa Inggris. (zam/ila)

Breaking News