JOGJA – Kampung bakpia di kawasan Patuk, Ngampilan, kemarin bersuasana lain. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang Jalan KS Tubun. Mereka ternyata sedang mengikuti perhelatan tradisi kuliner khas “Merti Bakpia”.
Dua buah gunungan setinggi dua meter berisi ribuan bakpia, menjadi daya tarik utama dalam arak-arakan itu. Total ada sekitar 6.000 bakpia aneka rasa termuat dalam gunungan lanang (laki-laki) dan wadon (perempuan) itu.
Setelah didoakan, dua gunungan yang dipanggul enam orang itu langsung diserbu masyarakat secara cuma-cuma alias gratis. Tak sampai lima menit, dua gunungan bakpia itu pun ludes. Masyarakat benar-benar gembira dan menikmati.
Bakpia yang diarak terdiri atas empat rasa yakni kumbu hitam, kacang hijau, cokelat, dan keju. Agar tidak kotor saat diperebutkan, setiap bakpia dikemas dengan plastik. Bakpia itu diproduksi para perajin yang juga warga kampung Patuk.
Ketua Paguyuban Perajin Bakpia Kampung Patuk ‘Laris Manis’ Ahmad Ridwan Effendi menuturkan, Merti Bakpia merupakan sebuah tradisi baru yang diciptakan para perajin sejak tiga tahun silam. “Untuk menandai bahwa asal-usul bakpia itu diproduksi dari kampung ini, dan sekarang masih yang terbesar,” katanya.
Ditambahkan, saat ini hampir tiap sudut dan jalan di Kota Jogja bisa menemukan pembuat bakpia. Kondisi ini menjadi tantangan bagi perajin bakpia di Patuk untuk melakukan inovasi pemasaran.
Ridwan menyebutkan ada 130 merek bakpia di kawasan Patuk yang sudah terdaftar di lembaga resmi pemerintah. Setiap produsen bakpia di Patuk mempekerjakan sekitar tiga sampai lima orang, dan semuanya berbasis rumah tangga.
Rata-rata pada hari biasa satu produsen mampu produksi 75 sampai 100 dus bakpia. Jumlah ini berbeda saat hari libur panjang yang bisa melonjak hingga tiga kali lipat. Satu dus bakpia berisi 15 biji bakpia. Untuk satu dus harganya sekitar Rp 17 ribu.
Karena Kampung Patuk tidak di pinggir jalan meski dekat dengan Malioboro, para perajin pun turut membentuk tim pemasaran khusus. Yakni guide-guide yang jemput bola mencari wisatawan untuk langsung belanja bakpia di sentranya. “Ada tujuh guide yang bertugas di kawasan Malioboro,” kata Ridwan.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti yang hadir dalam pesta bakpia itu meminta para perajin terus menjaga kualitas rasa dan proses produksinya, sehingga tetap higienis agar terus memiliki daya saing.
“Pemerintah mendukung dari sisi pembinaan, namun perajin pun perlu terus melakukan inovasi agar tetap bertahan,” kata Haryadi. (aga/laz)

Breaking News