MUNGKID – Proyek perbaikan dan pembangunan jembatan penghubung antarkecamatan di Dusun Bagongan, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan nyaris memakan korban jiwa.Tiga pekerja yang tengah membangun pondasi jembatan, tertimbun longsoran tanah tebing bercampur material. Beruntung, ketiga korban berhasil selamat, setelah hampir satu jam proses evakuasi dilakukan. Peristiwa bermula saat para pekerja tengah mengerjakan pondasi. Bamboo dan kayu penahan tebing tak kuat menahan beban. Terjadilah goncangan dn tebing setinggi 10 meter ambrol. Material tanah beserta material kayu menimpa tiga pekerja.
Salah satu korban Jaspan, 78, warga Kelulon, Purwodadi tertimpa longsoran tebing bercampur material setinggi badannya. Ia tertimbun di antara tebing dan pondasi jembatan. Para pekerja, relawan PMI, dan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang yang tiba di lokasi bersusah-payah mengevakuasi korban. Ini lantaran kaki korban terjepit di antara longsoran tanah tebing dan reruntuhan material. Mereka mengevakuasi korban dengan peralatan sederhana. Seperti linggis, gergaji, dan lainnya. Sekitar satu jam, Jaspan berhasil dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar Kota Magelang.
Selain Jaspan, ada dua korban lainnya yang ikut tertimpa longsor. Yakni Slamet, warga Klaten dan Citro Parmin dari Boyolali. Ketiga korban, rata-rata mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. terutama di kaki. “Ada hentakan saat membuat pondasi. Sehingga tanah di atasnya runtuh,” ungkap Arya, salah satu saksi dari warga setempat.Peristiwa itu terjadi saat warga akan berangkat Salat Jumat, sekitar 11.50. Saat evakuasi korban pertama, dibutuhkan waktu sekitar 15 menit. Sementara korban berikutnya membutuhkan waktu 20 menit. Untuk Jaspan, membutuhkan waktu evakuasi paling lama, hingga 60 menit lebih.
Heri Yudianto, relawan PMI menjelaskan, pascadievakuasi, korban terlihak shock. Saat diajak berbincang, tidak banyak kata yang diucapkan.”Korban langsung dibawa ke RSUD Kota Magelang,” katanya.Terkait soal peristiwa tersebut, pegawai pelaksana proyek tidak berada di lokasi kejadian.Wartawan yang akan melakukan konfirmasi harus kecewa.Seperti diketahui, proyek pembangunan Jembatan Bagongan merupakan jalur alternatif penghubung Jogjakarta-Magelang dan Purworejo-Magelang. Proyek yang berjalan tiga bulan ini merupakan proyek Dinas Pekerja Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPU-ESDM) Kabupaten Magelang. Proyek tersebut bernilai kontrak Rp 2,7 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Magelang. Sebagai Pelaksana Proyek adalah CV Panca Citra dengan waktu pengerjaan 180 hari kelender.(ady/hes)

Breaking News