SLEMAN – Polres Sleman masih mendalami kasus Sudarsono, seorang abdi dalem Kraton Jogja yang ditetapkan sebagai tersangka. Abdi dalam bergelar Ki Bekel Mangunsastro Darsono itu diduga melakukan tindakan pemalsuan sertifikat tanah.Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin mengatakan, terkait kasus ini pihaknya masih melakukan kegiatan penyelidikan berdasarkan laporan dari masyarakat. “Selain itu, penyidik juga tengah menghimpun keterangan dari pihak-pihak terkait dalam kasus ini,” kata Ihsan kemarin (9/9).Saat disinggung adanya intimidasi terhadap Sudarsono terkait penandatanganan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Ihsan menegaskan penyidik bertindak melalui prosedur yang legal. Tentu penyidik tetap memberikan kesempatan bagi terperiksa sebelum dilakukan penyidikan. “Ada prosedur yang legal oleh penyidik sebelum melakukan pemeriksaan,” lanjutnya.
Sudarsono ditetapkan sebagai tersangka di Polres Sleman. Penetapan itu setelah adanya laporan masyarakat. Ia diduga melakukan tindak pemalsuan sertifikat tanah. Padahal, Sudarsono sendiri merupakan korban atas hilangnya dua sertifikat tanah seluas 1.700 m2 dan 332 m2.Sudarsono telah mengadukan persoalan ini ke Jogja Police Watch (JPW) DIJ, Senin (8/9). Pria yang tinggal di Dusun Ngemplak, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman itu berharap agar kasus yang menimpanya bisa menemukan titik terang. “Harapannya bisa cepat selesai. Lah wong saya jadi korban atas hilangnya sertifikat, kok malah jadi tersangka,” ujarnya.Ketua JPW DIJ Asril Sutan Marajo akan menindaklanjuti aduan itu. Terkait substansi persoalan tersebut, pihaknya menyayangkan kinerja Polisi yang tidak profesional. Apalagisampai melakukan tindakan pemaksaan untuk menandatangani berkas penetapan tersangka. (fid/din)

Breaking News