WONOSARI – Pelan tapi pasti. Setelah sebelumnya berhasil menangkap tiga tersangka, jajaran Polres Gunungkidul giliran berhasil menangkap satu tersangka lagi bernama Priyono alias Penthung, 35. Dia diduga sebagai otak perampokan berujung pembunuhan terhadap sopir truk di Panggang yang terjadi 20 Agustus lalu. Priyono alias Penthung dibekuk Sabtu (30/8) akhir pekan lalu, tanpa perlawanan saat bersembunyi di rumah istri yang dinikahinya secara siri di Gombang, Ponjong, Gunungkidul.Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnain mengatakan, penangkapan pelaku merupakan pengembangan informasi dari sejumlah tersangka yang lebih dulu ditangkap, yakni Eko Purwanto dan Mustangin. Dari pengakuan mereka, Priyono diketahui sebagai otak kejahatan.”P (Priyono) sebagai penghubung kedua pihak yang bertransaksi bronjong besi. Namun, dia juga yang merancang aksi perampasan uang sebesar Rp18,5 juta, dan menghabisi nyawa Robadi, sopir truk yang hendak mengambil beronjong saat itu,” kata Faried Zulkarnain, kemarin (5/9).
Menurut Kapolres, meski otak kejahatan sudah ditangkap, pihaknya masih memburu dua orang lagi yang diduga turut terlibat dalam kasus pembunuhan, yakni Joko. Untuk kepentingan tersebut, tim gabungan Polres Gunungkidul, Polda DIJ bersama dengan Polres Bantul terus berupaya memburu para pelaku.”Salah satu tersangka berinisial BI (Mustangin) terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di kaki karena berusaha melawan petugas,” ujarnya.Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Suhadi menambahkan para tersangka berada di dalam pengawasan polisi. Mereka ditangkap di tiga tempat berbeda. Sementara itu, seorang pelaku, Eko tercatat pernah melakukan tindak kriminal di Sleman. Akibat perbuatan yang dilakukan, para tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman kurungan minimal sembilan tahun penjara. Namun, seperti yang tertuang dalam ayat tersebut, bisa saja pelaku curas diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup. Syaratnya, bila perbuatan itu mengakibatkan luka berat atau kematian dan dilakukan minimal dua orang.
Sekadar mengingatkan, aksi perampokan dialami Achamd Robadi (sopir) dan kernet truk Ahmad Saiful Azis bermula saat korban hendak mengantar uang Rp 18,5 juta untuk pembelian kronjot besi ke Palbapang, Bantul, atas perintah Slamet Pinuji, pada Rabu (20/8). Korban menggunakan truk bernopol R 1523 KB, kemudian bertemu di tempat yang disepakati.
Korban diajak ke wilayah Bantul, sedangkan Faisal ditinggal bersama mobil truk dan uang untuk membeli kronjot. Selang beberapa menit kemudian, sekelompok orang mendatangi Faisal dan menyuruhnya untuk menjemput Robandi. Dalam perjalanan, ternyata mobil truk mengarah ke Gunungkidul. Truk kemudian dihentikan, sedangkan Faisal langsung dianiaya oleh pelaku. Sementara uang Rp 18,5 yang hendak digunakan membeli kronjot, dibawa kabur tersangka. (gun/jko)

Breaking News