SLEMAN – Dit Reskrimsus Polda DIJ mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Florencia Sihombing. Setelah sebelumnya ditahan, Florence akhirnya ditangguhkan. Sedangkan sidang etik universitas tengah menunggu mahasiswa S2 Kenotariatan UGM itu.Alasan dikabulkannya penangguhan Flo, setelah dilakukan nasihat dari tim UGM, Flo secara kooperatif bersedia menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) dan berita acara penahanan. Selain itu, ia menyadari bahwa kondisi ini jika semakin melebar, kontraproduktif dengan harmoni Jogjakarta. Sedangkan orang tua dan civitas UGM menjadi jaminan atas penangguhan Flo.”Surat perintah penangguhan penahanan dan surat perintah pengeluaran tahanan sudah ditandatangani. Artinya, status Florence Sihombing ditangguhkan. Tapi proses hukum acara pidana masih berjalan,” ungkap Dir Reskrimsus Polda DIJ Kombes Pol Kokot Indarto kemarin (1/9).
Sebelum permohonan penangguhan dikabulkan, pihak UGM melakukan dialog dengan Kapolda DIJ Brigjend Pol Oerip Soebagyo terkait adanya kemungkinan Flo menjalani sidang etik mahasiswa UGM. Proses sampai dikabulkannya penangguhan cukup singkat. Itu setelah civitas UGM memberikan arahan agar Flo bersedia kooperatif dan berjanji tidak mengulangi lagi.Dalam kasus ini, Kokot mengajak agar masyarakat Jogja dari LSM manapun yang beraktivitas dalam media sosial agar bisa menahan diri. Hal itu bertujuan agar menjaga Jogja yang kondusif dan memiliki asas yang paling tinggi yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. “Kami mengimbau agar masyarakat Jogja bisa menahan diri. Ini demi kondusifnya Jogjakarta,” ujarnya. Lebih jauh ia menambahkan, ketika permohonan penangguhan dikabulkan, maka Flo tinggal menjalani sidang etik. Dalam hukum administrasi, sanksinya berupa mosi tidak percaya. Itu menjadi otoritas UGM.
Saat disinggung kemungkinan laporan dicabut, Kokot menerangkan dalam laporan tindak pidana, ketika sudah resmi masuk di laporan kepolisian, maka kewajiban pelapor sudah rampung. “Kalaupun dicabut, masih mungkin. Kan nanti ada prosesnya lagi,” tambahnya. Terkait kedatangan pihak UGM, Kokot menegaskan hal itu merupakan dorongan psikologis agar Flo bisa tetap tenang menjalani proses hukum yang tengah berlangsung. Sebelum dikabulkan penangguhan penahanan, Flo sempat menjalani tes psikologis selama dua jam di Dit Reskrimsus Polda DIJ. Dekan FH UGM Paripurna menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan yang dilakukan Flo. Selain itu, kedatangannya kemarin sebagai upaya agar kasus ini dibawa ke dalam ranah etika. Pihak UGM pun bersedia menjamin atas permohonan penangguhan. “Kami memberikan jaminan. Nanti akan diproses melalui komite etik kampus,” katanya.Kemudian kaidah mengalihkan laporan ini agar bisa masuk dalam sidang kode etik, prinsipnya ada komunikasi yang terjalin dengan pelapor. Apalagi, lanjutnya, ini delik aduan, sehingga kemungkinan yang ditempuh berkoordinasi dengan pihak yang melaporkan agar bersedia menarik laporannya. “Perlu ada pendekatan lebih lanjut kepada beberapa pihak,” ujarnya.
Untuk sidang kode etik sendiri akan dilakukan oleh komite etik. Hasilnya pun belum bisa dipaparkan saat ini. Sehingga sanksi yang diberikan untuk Flo juga masih menjadi tanda tanya. Adapun sanksi itu bisa berupa peringatan, bahkan sampai skorsing. “Sanksi kami cendrung pembinaan. Kecil sekali kemungkinan dikeluarkan. Dia sudah menyatakan penyesalannya dan bersedia meminta maaf,” tandasnya. Ya, kemarin (1/9) pihak UGM bertemu langsung dengan Flo. Dalam pertemuan itu, pihaknya mengkonfirmasi kondisi Flo baik-baik saja. Selain itu, beberapa perwakilan kampus menyampaikan agar Flo tetap tenang sebab dalam kasus ini tetap ada advokasi dari pihak UGM.Setelah menyelesaikan proses penangguhan, Flo didampingi Sekretaris Komite Etik FH UGM Heribertus Jaka Triyana menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jogja, Sri Sultan HB X, dan seluruh pihak yang tersakiti atas perbuatan Flo. “Kita akan melakukan pembinaan kepada Flo sebagai mahasiswa Magister Kenotariatan. Sekali lagi saya mewakili civitas UGM mohon maaf kepada seluruh masyarakat Jogja,” kata Heribertus.Terpisah, Ketua Program Studi Magister Kenotariatan UGM Sutanto mengatakan, komisi etik belum membahas ulang mengenai rencana klarifikasi terhadap Florence. Dalam waktu dekat, komisi etik akan mengadakan pertemuan untuk menentukan jadwal kapan Flo akan dimintai keterangan. “Setelah ditangguhkan, komisi etik akan melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan,” ujar Sutanto. (fid/laz)

Breaking News