BERTAHAN selama kurun waktu 16 tahun di salah satu partai politik (parpol) tidak banyak dilakukan politikus. Jika pun mereka bisa bertahan, biasanya posisinya mengalami penurunan. Tak lagi menjadi struktural partai. Tapi, hanya menjadi kader.Hal ini tak berlaku bagi Ketua DPRD DIJ periode 2009-2014 ini. Yoeke sejak aktif di PDI Perjuangan tahun 1998 sampai sekarang, selalu berada di balik kepengurusan. Ia awali masa itu sebagai pembantu di Sekretariat DPD PDI Perjuangan DIJ, Yoeke muda menjadi orang beruntung.
Setelah aktif di sekretariatan, Yoeke yang masih menanti ijazah dicalonkan di Pemilu 1999. Kala itu ia menempati urutan kelima di Daerah Pemilihan (Dapil) Sleman. Penentuan dewan pun berdasarkan nomor urut. Bukan suara terbanyak seperti sekarang.Euforia politik pascareformasi menguntungkan PDIP. Di seluruh DIJ, mereka mampu menjadi jawara dengan raihan suara 35 persen atau 18 kursi. Yoeke yang menempati nomor tak jadi, ketiban pulung. “Saya malah masuk,” kenang Yoeke kemarin.
Ia bercerita, Tarigan, Ketua DPD PDIP DIJ saat itu sebenarnya hanya ingin memenuhi kuota yang ada. Yoeke muda yang sudah aktif di sekretariatan pun dimasukkan ke usulan Daftar Calon Tetap (DCT). “Sama sekali tidak mengira akhirnya malah masuk,” ujarnya.Beruntung bisa menembus kursi dewan, Yoeke yang baru lulus kuliah di UPN pun tak jadi mencari pekerjaan. Ia memilih fokus terjun ke politik. Bahkan, karena statusnya yang termuda dengan usia 26 tahun, Yoeke berhak menjadi pimpinan dewan (pimwan) sementara. “Karena ada aturan yang termuda dan tertua menjadi pimwan,” jelasnya.Selama lima tahun ia lalui menjadi wakil rakyat. Ia pun kembali bertarung di Pileg 2004. Tapi, dewi fortuna ternyata tak menghampiri anak dari Yunus Samawi ini. Ia gagal lolos setelah bertarung dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Kulonprogo.
Gagal melanjutkan karir di dewan, tak membuat Yoeke patang arang. Ia memutuskan tetap aktif di politik. Kala itu, ia mendapatkan jabatan struktur partai sebagai bendahara. “Sedangkan tahun 2005 sampai 2007, diangkat menjadi staf ahli Bupati Bantul,” tuturnya.Selama lima tahun ini, Yoeke memilih untuk aktif di sosial. Salah satunya bidang olahraga. Dari sinilah, ia membangun jaringan kembali. Ia pun memutuskan untuk kembali maju di Pileg 2009. “Alhamdulillah, bisa lolos. Malah mendapatkan rekomendasi untuk menjadi ketua DPRD,” tandasnya.Rekomendasi itu, menurut Yoeke, karena dirinya memang sebagai pengurus menjabat bendahara dengan Ketua DPD Djuwarto. “Saya tidak tahu alasannya. Pak Dju dan pengurus lain merekomendasikan nama saya,” imbuhnya.Kini, setelah sukses memimpin DPRD DIJ selama lima tahun 2009-2014, Yoeke kembali berpeluang mencatatkan sejarah menjadi ketua incumbent usai masa reformasi. Soal peluang ini, Yoeke memilih kalem. “Jabatan yang saya pahami adalah amanah. Pertama amanah dari Tuhan, dan tentu saja partai yang berwenang di sini,” katanya. (*/laz)

Breaking News