AKHIR pekan lalu (30/8), Pemkot Magelang menggelar Karnaval Pembangunan Mobil Hias dalam rangka HUT ke-69 Kemerdekaan RI. Kegiatan ini diikuti 103 kontingen. Baik dari kategori pemerintah/Polri/TNI, sekolah, maupun umum dan swasta, juga BUMN/BUMD/Ormas. Kegiatan ini juga dimeriahkan 18 grup marching band dan puluhan kesenian tradisional.Seperti biasa, Pasukan Paskibraka yang pada 17 Agustus 2014 bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera merah-putih pada Upacara HUT Kemerdekaan di Lapangan Rindam IV/Diponegoro, menjadi pembuka barisan.
Di belakangnya, ada mobil hias berbentuk Gedung Pemkot Magelang. Di belakang mobil hias tersebut, berdiri empat punakawan didampingi dua tokoh wayang lain. Yaitu, Srikandi dan Sembadra.Bila dicermati benar-benar, wajah-wajah punakawan yang dalam cerita pewayangan merupakan pamomong para kstaria, penonton bakal kaget. Karena yang menjadi tokoh Semar adalah Muji Rohman yang saat ini menjabat Asisten Tata Pemerintahan Organisasi dan Hukum. Kemudian yang menjadi Petruk adalah Asisten Hubungan Masyarakat Perlengkapan dan Umum, Aris Witjaksono. Posisi Gareng diisi Kabag Kesra Wagiman. Tokoh Bagong, yang dalam karnaval kemarin cukup banyak mendapat perhatian masyarakat adalah Sumartono yang kini menjabat Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat.”Srikandi diperankan Kabag Organisasi Sri Cahyani. Sedang Sembadra adalah Kabag Umum Indah Dwi Antari,” kata Ketua panitia karnaval Joko Suparno, di sela-sela acara.
Sumartono mengaku bersedia dihias dan tampil menjadi Bagong, tidak sekedar ingin berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Tetapi ingin acara sukses dan meriah.”Tujuan lain dari kegiatan karnaval adalah menghibur masyarakat. Mungkin dengan cara ini, kami bisa menghibur masyarakat, mengapa tidak,” tutur pria yang pernah berkarir di Dinas Pendidikan dan Bappeda.Selain para pejabat tersebut, ada pejabat lain yang ikut terjun langsung sebagai penampil dalam karnaval. Seperti Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Tata Kota (DKPTK) Eri Widyo Saptoko yang berpakaian pejuang ala Panglima Sudirman. Ia menaiki mobil hias berlambang Tugu Titik Nol. Kemudian, ada Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil RM Devananda. Pria yang akrab disapa Andi ini memilih naik vespa tua, mengiringi mobil hias.”Biar meriah mas,” komentar Andi.
Tidak hanya pejabat eselon II yang tampil. Juga para pejabat eselon III. Seperti Handini Rahayu yang menjabat Kabid Cipta Karya DPU. Ia memilih memakai helm proyek dan berkacamata hitam sembari naik mobil hias berbentuk stoom walls atau road roller. Masih banyak pejabat lainnya yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Termasuk para camat dan kepala kelurahan.Dalam kegiatan tersebut, mobil-mobil hias dilombakan dalam tiga kategori. Yakni kategori pemerintah/Polri/TNI, kategori sekolahan, dan kategori umum/swasta/BUMN/BUMD/Ormas. Penilaian meliputi keserasian tema dengan hiasan kendaraan, kualitas hiasan, kreativitas dan harmonisasi kendaraan. Juri sengaja disebar di beberapa titik dengan dikomandani Papa Riyadi dari kalangan pendidik, Agus Satiyo Haryadi, dan Didin Saefudin (pemerintahanan), Buang Warsito dan Muhammad Nafi, mewakili Dewan Kesenian.”Hingga kini, belum ada pengumuman dari dewan juri atau panitia. Rencananya baru Senin (hari ini, Red) diumumkan,” kata Kabag Humas Protokol dan Santel kota Magelang Sutomo Hariyanto.(*/hes)

Breaking News