JOGJA– Bagi Anda yang akan mudik ke kampung halaman diharapkan berhati-hati. Sesuai dengan prediksi, sejak kemarin (25/7) sampai Minggu (27/7) akan menjadi puncak arus mudik. Dampaknya, lalau lintas dipastikan akan ramai. Jalan-jalan bakal penuh dengan kendaraan. Kemacetan pun bakal terjadi di beberapa titik yang selama ini rawan macet. “Kalau memang tidak ada keperluan yang sangat penting, hindari tiga hari ini karena puncak arus mudik,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIJ Kombes Nasri Wiharto.Nasri mengungkapkan, bagi pemudik yang tetap harus pulang kampung di puncak arus mudik, wajib berhati-hati. Sebab, dengan terjadi kemacetan, rawan terjadi kecelakaan. “Apalagi, jika tubuh sudah lelah. Kalau dipaksakan bisa berbahaya,” pesannya.
Dengan kondisi titik puncak arus mudik ini, lanjut Nasri, pemudik lebih baik memilih jalur-jalur alternatif. Ini bisa menjadi jalan untuk sampai tujun dan tidak terjebak macet. Jalur alternatif ini, pun telah mereka siapkan. “Bagi yang akan ke Semarang lewat jalur selatan, bisa melewati Kulonprogo langsung ke Magelang. Lewatnya, Sentolo, Nanggulan, Moyudan, Minggir, Tempel, Muntilan, dan Magelang,” kata Nasri.Jarak jalur alternatif itu, mencapai 26 kilometer. Jarak itu lebih dekat dibandingkan dengan jalur utama Kulonprogo-Magelang yang berjarak 32 kilometer.Jalur alternatif lain yaitu Magelang-Solo. Jika pemudik tidak bisa melewati jalur utama jalan Solo, bisa melewati jalur alternatif melewati Tempel, Turi, Pakem, Ngemplak, dan Klaten.
Sedangkan bagi pemudik yang bertujuan ke Wonosari, tidak perlu khawatir. Jalan Wonosari yang biasanya macet penuh pemudik dari Jakarta bisa melewati jalur alternatif. Yaitu dengan melewati Jogjakarta, Pleret, Imogiri, Panggang, Platen, dan Wonosari. “Jaraknya 42 kiliometer untuk lewati jalur alternatif ini,” lanjutnya.Bagi pemudik bertujuan ke Bantul atau Jogja Selatan juga bisa melewati jalur selatan. Yaitu dengan melewati Jalan Paris, perempatan Bakulan ambil jalur ke barat menuju Bantul Kota. “Jalur alternatif ini, kami siapkan untuk menjadi pemecah kemacetan di jalur-jalur utama,” tambahnya.Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi DIJ Muhammad Yazid menjelaskan, ada enam jalur untuk memasuki Kota Jogja. Dari enam jalur tersebut tersebut tercatat ada 25 titik kemacetan. “Setiap jalur utama terdapat titik kemacetan,” tandasnya. (eri/din)

Breaking News