JOGJA – Penataan demi menciptakan kelancaran arus lalu lintas di kawasan Malioboro terus dilakukan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja berniat mengubah arus lalu lintas di ruas Jalan Suryatmajan.Ruas jalan yang selama ini hanya dilintasi kendaraan dari satu arah tersebut, rencananya disulap menjadi dua arah. Penerapkan arus dua arah ini dijadwalkan mulai dua hari sebelum Lebaran hingga tujuh hari usai Lebaran. Langkah tersebut ditempuh dengan semangat memudahkan pengunjung Malioboro untuk mengakses Taman Parkir Ketandan. Meski diubah menjadi dua arah, kendaraan yang melintas hanya boleh melaju sampai Taman Parkir Ketandan. Kendaraan tidak diizinkan terus melaju hingga menembus Jalan Margomulyo. “Pada H-2 sampai H+7 Jalan Suryatmajan yang searah, akan dijadikan dua arah sampai dengan Jalan Ketandan Wetan. Ini untuk memberikan kemudahan para pengunjung menuju taman parkir alternatif Malioboro,” ujar Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Jogja Windarto kemarin (24/7).
Perubahan arus lalu lintas di ruas jalan yang berada persis di utara Hotel Melia Purosani tersebut bukan hanya dilaksanakan kali ini. Tahun lalu langkah serupa juga dijalankan.Selain Jalan Suryatmajan, Dishub Kota Jogja juga akan mengubah ruas Jalan Pabringan. Lalu lintas di ruas jalan ini akan dijadikan menuju satu arah yakni menuju ke timur. Ini diterapkan untuk memecah kemacetan di Jalan Margomulyo. Selama libur Lebaran nanti kawasan Malioboro diyakini masih menjadi tujuan utama para pemudik dan wisatawan. Untuk itu, beberapa ruas jalan penyangga seperti Jalan Suryotomo juga akan ditata.
Pengendara dari Jalan Suryotomo yang hendak parkir di tempat parkir Malioboro tidak perlu memutar melalui Jalan Malioboro. Mereka bisa berbelok ke Jalan Suryatmajan. Tetapi, pengendara hanya bisa mengendarai kendaraan sampai Taman Parkir Ketandan. Mereka lantas mesti berjalan kaki untuk menuju Malioboro. “Akan ditempatkan petugas yang akan mengatur lalu lintas di sana,” terangnya.Selain kawasan Malioboro, terdapat 13 titik lainnya yang menjadi perhatian dishub. Beberapa titik tersebut seperti pintu masuk Stasiun Tugu atau di depan Taman Pintar. Perhatian diberikan mengingat di kedua titik itu banyak warga penyeberang jalan. “Di Taman Pintar dipantau banyak penyeberang jalan. Ini bisa berpengaruh (pada kelancaran arus) ke kawasan Titik Nol Jogja,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang melewati Malioboro, Polresta Jogja menerapkan kebijakan buka tutup jalan. Kebijakan in terutama akan diterapkan di kawasan utara Malioboro.Untuk rekayasa jalan di sekitar Kleringan tersebut, pengendara bakal diarahkan ke utara memutari Stadion Kridosono. Langkah ini siap dilakukan jika terjadi kepadatan pengendara di Malioboro. “Untuk buka tutup ini situasional. Kita lihat keadaan,” ujar Kapolresta Jogja Kombes R Slamet Santosa ditemui di Balai Kota Jogja kemarin (24/7).Slamet menambahkan, kawasan Malioboro masih akan menjadi tujuan utama. Polresta juga akan mendirikan tujuh posko yang ditempatkan di lokasi strategis guna membantu wisatawan sekaligus mengurai kepadatan. Selain di Malioboro, enam posko lain ditempatkan di enam pintu masuk Jogja. Slamet mengatakan, jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Jogja sudah mulai mengalami peningkatan. “Dari laporan di posko, jumlah kendaran yang lewat sudah meningkat,” tuturnya. (pra/amd)

Breaking News