JOGJA – Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2014, PT KAI sudah mempersiapkan armadanya. Salah satunya dengan melakukan pengecekan dan perbaikan lokomotif yanga akan digunakan untuk menarik gerbong-gerbong kereta lebaran. Sejumlah pekerja tampak sedang melakukan pengecekan maupun perbaikan lokomotif di Balai Yasa Jogja kemarin (15/7). Balai Yasa yang sudah berdiri sejak 1914 ini, sekarang memang dikhususkan untuk melakukan perbaikan lokomotif, kereta pembangkit dan kereta rel diesel elektrik (KRDE).
Saat ini Balai Yasa Jogja terus melakukan upaya perbaikan dan perawatan terhadap lokomotif dan gerbong. Itu ebelum masa angkutan lebaran yang dimulai pada Jumat (18/7) mendatang hingga 8 Agustus 2014. “Saat ini masih ada delapan lokomotif yang sekarang dalam perbaikan. Dari jumlah itu ada tiga lokomotif yang hari ini sudah keluar,” ujar Executive Vice President Balai Yasa Jogja Muh Saiful Alam.
Dijelaskan angkutan mudik dan balik Lebaran 2014 kali ini terdapat 225 lokomotif untuk menarik gerbong angkutan. Lokomotif ini terdiri atas 219 lokomotif untuk menarik gerbong angkutan lebaran serta enam lokomotif yang disiapkan untuk cadangan. Enam lokomotif cadangan tersebut, jeas dia, disiapkan di beberapa kantor Daops serta Balai Yasa sendiri.Saiful menambahkan dari jumlah lokomotif yang akan digunakan untuk angkutan lebaran tersebut, 100 diantaranya merupakan lokomotif baru. Sedangkan sisanya merupakan lokomotif lama dengan tahun pembuatan paling tua tahun 1983. “Tapi kondisinya masih bagus, karena dilakukan perawatan berkala,” jelasnya.Menurut dia untuk lokomotif terdapat perawatan berkala, mulai dari tiga bulan hingga 72 bulan. Sedangkan kondisi saat ini, hampir semua lokomotif sudah dinyatakan siap untuk angkutan masal saat mudik dan balik nanti.
Saiful mengungkapkan untuk perawatan satu lokomotif bisa membutuhkan waktu hingga 30 hari. “Masalah paling besar untuk lokomotif yaitu di motor diesel karena merupakan komponen utama penggeraknya,” tuturnya.Selain lokomotif, pihaknya juga menyiapkan 26 teknisi yang disiagakan di lima depo di Jawa yakni di Jogja, Semarang, Purwokerto, Solo dan Surabaya. Teknisi di Balai Yasa juga disiagakan 24 jam jika terjadi masalah. “Ini memang konsekuensi logis bekerja di bidang transportasi publik,” terangnya.
Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daops VI Jogjakarta Bambang Setyo Prayitno mengatakan dari 225 lokomotif yang disiapkan Balai Yasa Jogja ini hanya 32 unit yang dioperasikan di Daops VI Jogjakarta. Bambang menambahkan 32 unit lokomotif angkutan lebaran di Daops VI akan mengangkut 232 gerbong termasuk gerbong pembangkit, makan dan gerbong KA ekonomi. “Satu rangkaian KA akan membawa lima sampai delapan gerbong,” paparnya. Pihaknya juga memperkirakan tahun ini jumlah penumpang lebaran yang menggunakan armada kereta mengalami kenaikan empat persen dibandingkan tahun lalu.Tahun ini, jumlah penumpang lebaran menggunakan KA di Daops VI Jogjakarta diperkirakan sebanyak 160.814 orang. Sedangkan pada 2013 lalu jumlah penumpang mencapai 153.892 orang.
PT KAI Daops VI Jogjakarta sendiri sudah menyiapkan lima kereta tambahan yang dioperasionalkan selama angkutan lebaran. Kelimanya yakni Lodaya (Solo-Bandung), KA Jaka Tingkir (Purwosari-Pasar Senen), KA Sancaka (Jogja-Surabaya), KA Argo Dwipangga (Solo-Jakarta) dan KA Argo Lawu (Jogja-Jakarta). Kereta tambahan tersebut akan melengkapi 18 rangkaiankeretareguleryang bisa mengangkut 9.544 penumpang setiap harinya. (*/ila)

Breaking News