PEMBINAAN Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (PKLK Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Mudjito menggelar Pesantren Ramadan PKLK 2014 di Hotel Eastparc Jogja (14/7). Kegiatan ini berlangsung selama lima hari mulai 14 Juli hingga 18 Juli mendatang. Pesantren Ramadan bagi siswa ABK ini telah digelar kali ketiga. Kegiatan diikuti 216 siswa ABK, guru pendamping, tenaga ahli dari berbagai daerah di Indonesia. Selain di Hotel Eastparc Jogja, kegiatan pesantren Ramadan ini juga akan diadakan di Pondok Pesantren As-Salam Solo.
Kegiatan ini memiliki tujuan tersendiri dengan konsep yang berbeda. Sebab ABK memiliki daya penerimaan ilmu yang berbeda dibandingkan anak normal pada umumnya. “Kami berharap pada Ramadan ini siswa ABK mampu meningkatkan pengetahuannya di bidang ilmu keagamaan,” kata Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (PKLK Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Mudjito.
Guna mendukung kegiatan ini, panitia mendatangkan para pemateri dari berbagai kalangan. Ada dari akademisi, tenaga ahli, dan tokoh agama. Para peserta akan mendapatkan banyak ilmu keagamaan. Sebab, dalam kegiatan ini para peserta diajari membaca Quran, ilmu akhlaqul karimah, cara salat yang benar, cara makan dan minum yang benar sesuai ajaran Islam. Selain itu, program ini bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa ABK. “Pesantren Ramadan juga membentuk karakter siswa ABK agar bisa mandiri dan memiliki kontribusi yang besar bagi bangsa Indonesia. Sebab, di antara ABK juga memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan anak normal pada umumnya,” tandas Mudjito.
Yazid, ABK asal Solo senang dapat mengikuti kegiatan pesantren Ramadan. Sebab, dalam kegiatan ini ia dibimbing dan diajari ilmu keagamaan yang belum didapatkan di bangku sekolah. “Kalau bisa tidak hanya Ramadan saja, tetapi di bulan lain juga ada. Sebab, kegiatan keagamaan semacam ini sangat penting,” harap Yazid, ABK tunadaksa ini. (*/din)

Breaking News