MUNGKID – Bencana tanah longsor kembali menerjang lereng Gunung Sumbing. Empat rumah mengalami rusak di beberapa bagian, karena tertimpa material longsoran. Empat rumah tersebut tersebar di Desa Adipura dan Mangli di Kecamatan Kaliangkrik. Pemerintah tengah mendata jumlah kerugian yang dialami korban. Peristiwa bermula saat hujan deras yang mengguyur wilayah Gunung Sumbing di perbatasan Kabupaten Magelang dengan Temanggung. Hujan deras disertai petir berlangsung dari Sabtu (12/7), sekitar pukul 11.00 hingga Minggu dini hari (13/7). Kondisi tanah yang labil tak kuat menahan beban. Akibatnya, tanah mengalami longsor dan menimpa rumah penduduk. “Waktu itu, saya hendak sahur untuk puasa. Tiba-tiba, terdengar suara keras seperti petir,” ungkap Pawit Fuad, 20, salah satu korban warga RT 1/RW 4 Prampelan II, Adipura, Kaliangkrik, kemarin (13/7)
Ia menduga, suara keras yang tiba-tiba munculi merupakan suara petir yang terjadi saat hujan deras. Namun, Pawit kaget ketika suara keras ternyata suara batang pohon yang patah. Tidak selang lama, ia melihat dipan sebelah tempat tidurnya terdorong tembok kayu. “Ternyata tebing di belakang rumah saya longsor dan mendorong tembok rumah hingga ambrol,” imbuh Pawit. Material tanahtebing setinggi 12 meter dan lebar 8 meter menimpa bagian belakang rumahnya. Waktu itu, Pawit tidur di lantai bersama istrinya Indarti dan dua anaknya, Aftazani, 5 dan Arham, 1. Dipan yang ada di depat mereka tertidur, terdorong hingga tanpa jarak dengan mereka. Beruntung dipan bergerak tanpa melukai satu anggota keluarga. Dipan bergerak dan persis di atas mereka. Sehingga posisi mereka berada di bawah kolong dipan.
“Rumah saya yang rusak bagian belakang. Serta dua kambing di kandang mati lantaran tertimbun tanah,” ungkapnya.Akibat kejadian itu, terpaksa mereka mengungsi ke rumah tetangganya, yaitu Jamari. Mereka masih takut menempati rumahnya, pascatertimpa tanah longsor.Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Joko Sudibyo menyatakan, selain menimpa Pawit Fuad, bencana tanah longsor juga menimpa tiga rumah lain. Di antaranya, rumah Penggik di Dusun Prampelan, Adipura. Juga dialami rumah Budi, Kadus Dadapan Desa Mangli dan rumah milik Sumpeno.”Rata-rata dari rumah mereka mengalami rusak sedang. Kerugian masih dihitung untuk langkah lebih lanjut. Bantuan berupa logistik juga sudah dikirimkan,” katanya.
Joko menyatakan, selain bantuan logistik, BPBD juga mengirimkan tenaga membersihkan material longsoran. Sejumlah relawan dan warga bersama-sama membersihkan tanah tersebut. “Lereng Sumbing termasuk rawan bencana. Kontur tanah berlereng-lereng dan terdiri dari bebatuan lapukan Sumbing. Dengan curah hujan yang masih tinggi ini, warga diminta waspada. Hujan yang sering terjadi dan jangka waktu yang lama harus membuat warga terus meningkatkan kewaspadaan,” katanya.(ady/hes)

Breaking News