JOGJA – Di tengah pesta demokrasi di dalam negara, warga Palestina justru sedang menghadapi ancaman kemanusiaan. Mereka setiap hari terancam dengan serangan Israel. Ini membuat bangsa di dunia prihatin dan menyerukan untuk membantu warga di negeri bersejarah empat agama Islam, Kristen, Katholik dan Yahudi tersebut. Tak terkecuali di DIJ, sehari kemarin (11/7) ada dua aksi keprihatian atas aksi biadab negeri zionis tersebut. Pertama dari mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Mereka mengutuk sekaligus mengumpulkan dana untuk membantu warga Palestina.Aksi kedua datang dari Ormas Islam di DIJ yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) DIJ. Mereka melakukan aksi di sore hari menjelang berbuka. Aksi ini bahkan menyedot ratusan massa bahkan membuat titik nol kilometer macet.
Dalam melakukan aksi, selain berorasi massa juga mengutuk penyerangan tersebut dengan disimbolkan pembakaran bendera Israel. Ini dilakukan peserta aksi sebagai bentuk desakan kepada dunia untuk segera turun tangan menghentikan kekejaman Israel. “Kami menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB agar segera mengambil tindakan tegas atas kebiadaban Israel dalam menggempur warga Palestina,” teriak Koordinator Aksi Muhammad Fuad yang disambut teriakan takbir dari seluruh peserta aksi.FUI menyerukan kepada masyarakat untuk turun tangan membantu. Terutama pemerintah Indonesia agar berperan aktif mewujudkan perdamaian di bumi Palestina. Pemerintah harus mampu mendesak Israel untuk segera menghentikan.
“Juga mengajak negara-negara di dunia lain untuk bersama-sama memaksa Israel menghormati kemerdekaan rakyat Palestina,” ungkap Fuad. Dengan membawa bendera Palestina, massa juga menginjak-injak bendera Israel. Dalam aksi ini, massa menutup dengan melakukan salat gaib. Mereka salat di atas aspal titik nol kilometer. Ini sebagai bentuk doa kepada warga Palestina yang telah gugur terkena rudal-rudal dari negeri zionis itu. Beberapa peserta aksi juga sempat menghimpun sumbangan dari pengguna jalan. Sumbangan ini nantinya akan disalurkan langsung ke Palestina untuk meringankan beban korban. (eri/ila)

Breaking News