TANJUNGSARI – Pengikisan tanah oleh laut pasang (abrasi) di Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari sepekan terakhir menyisakan dampak negatif. Dampak yang ditimbulkan, daratan sepanjang 50 meter hilang.Ombak laut masih mengganas, kemarin. Kawasan pantai yang selama ini digunakan untuk parkir kapal milik nelayan sementara dikosongkan. Puluhan kapal fiberglass milik nelayan diungsikan ke lokasi yang aman, jauh dari pantai.Koordinator Tim SAR Pantai Baron Marjono mengatakan tanda-tanda abrasi sudah terlihat sejak sepekan terakhir. Ombak menggerus pantai. “Untuk menghindari kemungkinan terburuk, aktivitas di sekitar pantai terus dipantau. Bagi pedagang yang lapaknya hancur sudah menyelamatkan barang ke tempat aman,” kata Marjono.Dikatakan, abrasi telah menghilangkan daratan sepanjang 50 meter. Peningkatan gelombang laut mengakibatkan abrasi pantai semakin parah.
Marjono akan terus melakukan pemantauan, serta memberikan informasi perubahan gelombang laut baik kepada nelayan, pedagang maupun pengunjung. Tim SAR juga melakukan patroli mencegah wisatawan bermain di area berbahaya. “Petugas memantau perubahan gelombang laut yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujarnya.Salah seorang pedagang, Wasiman mengakui, gelombang laut mengalami peningkatan sejak beberapa hari terakhir, mengakibatkan abrasi pantai semakin parah. Para pedagang yang lapaknya rusak tidak bisa berjualan di dekat pantai. “Cari aman dulu,” ucapnya.Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo mengharap warga sekitar pantai meningkatkan kewaspadaan. “Tim SAR perlu meningkatkan kewaspadaan dan mencegah wisatawan bermain air,” katanya.Kejadian serupa pernah terjadi pada 2011. Saat itu tanah yang terkikis akibat digerus ombak mencapai 200 meter. (gun/iwa)

Breaking News