MUNGKID – Pengguna jalur Kecamatan Tempuran – Borobudur boleh jadi kecewa. Karena, jalur yang menghubungkan dua kecamatan, melalui Desa Sidoagung tersebut ditutup total. Penutupan direncanakan hingga Desember mendatang.Pengendara sepeda motor maupun masyarakat yang memakai kendaraan roda empat, disarankan untuk mencari jalur alternatif lain. Penutupan disebabkan jembatan penghubung Desa Sidoagung dengan Ringinanom KecamatanTempuran diperbaiki. Selama masa perbaikan, jalan ditutup total.”Jembatan ini dibongkar total. Tidak ada jalur darurat bagi kendaraan roda dua maupun roda empat, penutupan sudah didahului sosialisasi ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan masyarakat umum, pada 24 Juni lalu,” kata Manajer PT Mata Putra Jogjakarta Asari ditemui di lokasi perbaikan jembatan kemarin (2/7). PT Mata Putra Jogjakarta menjadi pelaksana perbaikan jembatan atau kontraktor pembangunan.
Ditambahkan Asari, struktur jembatan yang berada di atas Sungai Mrawu akan dirubah total. Pengerjaan proyek dari Pemkab Magelang ini dimulai pada 28 Juni hingga pertengahan Desember 2014. Adapun nilai proyek pembangunan jembatan tersebut mencapai Rp 2,750 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).”Akan dirobohkan besok (hari ini, Red). Sebelum dirobohkan, dilakukan penutupan ruas jalan Kecamatan Tempuran-Borobudur terlebih dahulu. Tentu saja didahului sosialisasi. Kami sudah melakukan ujicoba penutupan jalan sejak tiga hari lalu,” katanya.Sektraris Desa Sidoagung Kecamatan Tempuran Mustamid menjelaskan, pembangunan jembatan yang telah dibangun sejak 1980 ini merupakan program Pemkab Magelang. Rencananya, lebar jalan yang semula empat meter akan dirubah menjadi tujuh meter. Kedua sisi, baik kanan dan kiri akan dibuatkan trotoar masing-masing satu meter.
“Kami sudah rapat bersama Organda dan DPU. Jembatan memang akan ditutup total. Kendaraan bermotor pun nantinya tidak bisa melewati jembatan ini,” katanya.Mustamid menambahkan, selain merupakan jalur tembus atau alternatif menuju Borobudur, jalur ini merupakan jalur utama bagi beberapa kendaraan umum. Setiap hari, jalur ini dilalui sekitar empat angkot Purba Putra jurusan Muntilan-Salaman dan enam angkot jurusan Borobudur-Salaman-Kajoran. Jalan tersebut juga merupakan jalur pendidikan, pertanian, serta jalur ekonomi para pekerja yang berangkat dan pulang dari pabrik. Saat mendekati lebaran, jalur ini dijadikan jalur alternatif menuju tempat wisata di Kabupaten Magelang.
Dikatakan Mustamid, pascapenutupan jalan, masyarakat bisa memanfaatkan tiga jalur terabas perkampungan. Di antaranya, pengguna kendaraan bermotor bisa melalui Desa Demajar, Samberan 1, Rejomulyo Sidoagung sejauh satu kilometer. Sementara jalur pedesaan lain pengguna jalan bisa melalui jalur Desa Rejomulyo 1, Ceger Sidomulyo-Tegalsari Sidomulyo sekitar satu kilometer. Dan pengguna jalan bisa melalui Borobudur-Salaman lewat Desa Sidomulyo yang berjarak sekitar satu kilometer.”Kami berharap masyarakat memahami soal penutupan ini. Karena usai pembangunan jembatan ini akan ada fasilitas yang lebih. Di sisi lain, penutupan jalur akan member manfaat bagi tukang ojek,” katanya.Alasannya, karena penumpang yang biasanya menggunakan jasa angkot, bisa memanfaatkan tukang ojek yang ada. (ady/hes)

Breaking News