SLEMAN – Untuk menghadapi bulan puasa dan lebaran, Pemkab Sleman memastikan stok sembilan bahan pokok (sembako) aman. Stok bahan bakar minyak (BBM) dan gas juga dipastikan aman. Khusus untuk pasokan beras dijamin aman. Saat ini, stok beras hasil produksi lokal mencapai 17.041,61 ton. Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sunartono menyatakan, stok beras cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua bulan. Itu dengan asumsi kebutuhan per bulan sekitar 6.500 ton.
Selain beras, bahan lain yang banyak diburu konsumen saat lebaran, berupa daging ayam, telur, ikan, dan cabe dinilai masih mencukupi. “Yang perlu diwaspadai adalah stok kedelai,” ungkap sekda Pemkab Sleman ini kemarin (1/7). Menurut Sunartono, stok kedelai sangat minin akibat pengaruh musim tanam yang terbatas. Itu menyebabkan tidak adanya produksi pada bulan ini. Sementara kebutuhan kedelai untuk dua bulan kedepan diperkirakan mencapai 4.994 ton.
Kendati begitu, hal tersebut dianggap belum menjadi masalah serius. Sebab, kebutuhan bahan utama tempe dan tahu itu bisa didatangkan dari daerah lain. Dari pantauannya, ketersediaan kedelai belum berpengaruh terhadap produksi olahan kedelai. Stok nihil juga terjadi pada komoditas bawang merah. Produksinya minus 1.503,32 ton. Sementara daging sapi juga mengalami minus produksi 896,61 ton, dari total kebutuhan 1.442,9 ton.
Mengenai harga sembako, Sunartono menilai masih normal. Kenaikan seribu rupiah terjadi pada daging ayam, hingga menjadi Rp 30.500 per kilogram. Daging sapi cenderung stabil pada kisaran Rp 85 ribu- Rp 100 ribu per kilogram. Itu termasuk kategori tinggi. Untuk mengendalikan harga sembako, TPID berencana melakukan operasi pasar. “Itu jika ada spekulan nakal,” ujarnya.
Guna mendukung ketersediaan beras bagi rumah tangga miskin, pemkab mendistribusikan raskin sejak 26 Juni hingga 23 Juli. Raskin dibagikan untuk 60.485 rumah tangga sasaran yang tersebar di 86 desa. Tiap RTS mendapat jatah 15 kilogram. Pemkab juga menggelar pasar murah, yang menyediakan 1.200 paket sembako dengan harga dibawah pasaran.
Sementara untuk kebutuhan BBM dipastikan aman mengingat trek konsumsi bulanan di DIJ masih dibawah kuota tersedia. Untuk premium, dari kuota 238 kiloliter hanya terealisasi 219,7 kiloliter. Sedangkan solar yang tersedia 57,4 kiloliter terserap 55,79 kiloliter. Estimasi kebutuhan selama lebaran, premium 13,87 kiloliter dan solar 5,54 kiloliter. Masing-masing ditambah stok 40 persen dan 5 persen.(yog/din)

Breaking News