BANTUL – Proyek pembangunan jalur jalan lintas selatan (JJLS) masih berkutat di kawasan Pantai Kuwaru hingga Pantai Samas. Sebab, peta perencanaan JJLS, khususnya di sisi timur dan barat Bantul kerap berubah-ubah. Kepala Bidang Jalan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Budi Sarjono mengatakan, saat ini kementerian pekerjaan umum tengah mengerjakan pembangunan JJLS sepanjang 4,2 kilometer. Ruas jalan yang membentang dari kawasan Pantai Kuwaru dan Pantai Samas tersebut berdiri di atas lahan Sultan Ground. “Dan ada juga yang berdiri di atas lahan milik warga yang sudah dibebaskan. Ini pembangunan tahap kedua,” terang Budi kemarin (29/6).
Budi mengakui proyek pembangunan JJLS terkesan berjalan lamban. Salah satu penyebabnya adalah peta perencanaan yang berubah-ubah. Sampai saat ini peta perencanaan JJLS telah berubah hingga tiga kali.”Semula JJLS akan melewati jembatan Srandakan 2,” ujarnya. Hanya saja, rencana tersebut kemudian berubah karena terkendala pembebasan lahan. Alhasil, JJLS di sisi barat kemudian dialihkan melewati jembatan Srandakan 3. Menurutnya, peta perencanaan JJLS sengaja didesain fleksibel karena mengacu konsep tumbuh.”Menyesuaikan kondisi lahan di lapangan,” urainya.
Senada diungkapkan Kepala DPU Bantul Heru Suhadi. Menurutnya pihaknya hanya membantu dalam pengerjaan JJLS. Penanggungjawab JJLS adalah pemerintah pusat. “Sampai sekarang belum ada titik temu jalur Bantul dengan Gunungkidul,” tambahnya. Sehingga, terang dia, DPU belum mengetahui kepastian jalur yang akan digunakan JJLS di sebelah timur Pantai Samas. (zam/din)

Breaking News