SEWON – Sekitar 350 siswa dari 20 SMA dan sederajat se-Bantul melakukan kegiatan bersih-bersih stadion Sultan Agung kemarin (24/6). Itu dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap aksi vandalisme yang kian memprihatinkan belakangan ini. Dalam aksi bersih-bersih ini, satu persatu siswa mengecat kembali berbagai coretan di tembok stadion kebanggaan warga Bantul ini.
Kepala Sekolah SMA N 1 Jetis Herman Priyana menuturkan kegiatan bersih-bersih ini digagas SMAN 1 Jetis dengan melibatkan ratusan siswa dari sejumlah SMA dan sederajat. Pelibatan siswa ini berangkat dari fenomena banyaknya anak didik yang turut terlibat dalam aksi vandalisme selama lima tahun terakhir ini. “Identitas almamater turut dibawa,” ucap Herman yang turut mengikuti kegiatan bersih-bersih ini.
Padahal, dulu aksi vandalisme dilakukan sekelompok geng tertentu. Tahun lalu, terang dia, siswa SMAN 1 Jetis melakukan kegiatan bersih-bersih pantai. Kemudian tahun ini dialihkan dengan bersih-bersih stadion Sultan Agung. “Dengan ini kami mengajak para siswa untuk berbuat positif,” tandasnya.
Disamping itu, dia mengimbau agar seluruh siswa menyalurkan semangat mereka untuk maju dan bermanfaat bagi orang lain. Bukan dengan melakukan aksi vandalisme yang dapat memperburuk pemandangan. Wakil Bupati Bantul Sumarno berharap aksi serupa dapat ditiru dan meluas hingga seluruh Bantul. Agar tak ada lagi pemandangan tembok yang penuh berbagai coretan. “Bantul harus diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif,” pintanya. (zam/ila)

Breaking News