JOGJA – Menjelang pelaksanaan ibadah puasa, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) meminta tempat hiburan untuk menutup usahanya selama Ramadan. Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 451/48/SE/2014 yang meminta tempat hiburan untuk menutup tempat usahanya selama bulan Ramadan hingga dua hari sesudah lebaran. Dalam SE tersebut mencakup panti pijat shiatsu, diskotek dan arena permainan ketangkasan, serta karaoke dengan ruangan VIP. Sementara untuk jenis usaha karaoke dengan ruang terbuka, diberlakukan jam buka-tutup pukul 22.00 hingga 01.00.
Sedangkan untuk penyelenggaraan pertujukan atau even juga diminta agar bernuansa religius mendukung syiar Islam. Apabila digelar malam hari dilaksanakan setelah pukul 22.00 dan berakhir selambat-lambatnya pukul 01.00. Usaha jenis makanan dan minuman yang buka siang hari juga diminta agar tidak membuka usahanya secara terbuka atau menggunakan tirai.Menurut Kepala Bagian Humas Setda Kota Jogjakarta Tri Hastono surat edaran tertanggal 16 Juni 2014 tersebut dikeluarkan untuk mendukung suasana religius dan menjaga kekhusyukan pelaksanaan puasa dan Idul Fitri di Kota Jogja. “Sebagaimana juga diatur dalam Perwal nomor 36 tentang petunjuk pelaksanaan Perda Kota Jogjakarta tentang penyelenggaraan kepariwisataan,” kata Tri Hastono, Kamis (19/6).
Terkait SE Wali Kota tersebut, Dinas Ketertiban Kota Jogja akan secara intensif melakukan pengawasan terhadap operasional tempat-tempat tersebut. Ancaman sanksi, mulai dari teguran hingga pencabutan izin akan diberikan jika ada tempat yang masih membandel.Menurut Kepala Dinas Ketertiban Kota Jogjakarta Nurwidihartana pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Seperti dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jogja. “Sebetulnya juga sudah ada Peraturan Wali Kota nomor 36 tahun 2011 tentang petunjuk pelaksanaan perda nomor 4 tahun 2010 tentang penyelenggaraan pariwisata yang mengatur hal itu,” kata Nurwidihartana.‬ (pra/ila)

Breaking News