* Dilengkapi Speaker Active dan Mp3 Berisi Lagu-Lagu Kritik Sosial.
Korupsi masih menjadi persoalan utama di Tanah Air. Untuk penangannnya, diperlukan partisipasi semua pihak. Salah satunya oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah.
Bahana, Jogja
Lagu anak-anak berjudul Naik Becak, menggema di halaman Gedung Asri Medical Center (AMC) yang terletak di Jalan Hos Cokroamonoto, Wirobrajan, kemarin (23/4). Meski masih pagi, cuaca panas begitu menyengat.
Di halaman tersebut, 30-an becak berjejer membentuk shaf sepanjang kurang lebih 10 meter. Warna khas oranye mendominasi becak-bencak tersebut. Motif batik kawung yang menyelingi warna oranye ini menguatkan bahwa becak menjadi salah satu kendaraan tradisional yang sudah akrab dengan masyarakat Jogja.
Yang unik adalah dibagian kedua sisi becak tersebut tertulis kalimat bernada sindiran seperti Bebas Polusi dan Korupsi. Ada juga kritik pedas berisi Korupsi Sengasarakan Masyarakat . Di bagian ruang penumpang, menggantung speaker active dan alat pemutar mp3 . Isi lagu-lagu yang diputar pun bermuatan kritik sosial. Sementara lagu Jogja Istimewa milik Jogja Hip Hop Foundation, menjadi lagu yang wajib putar.
“Kami ingin membangun kesadaran atas bahaya korupsi pada tingkat yang paling bawah. Salah satunya melalui becak. Becak sebagai ikon pariwisata di Jogjakarta diharapkan bisa menjadi salah satu sarana untuk melakukan kritik sosial,” kata Wakil Majelis Pemberdayaan Masyarkat (MPM) Muhammadiyah Ahmad Ma’ruf di sela-sela acara.
Dalam kampanye ini, MPM Muhammadiyah menggandeng Persatuan Pengemudi Becak Ahmad Dahlan (Pabelan). Becak-becak ini di-branding untuk mengampanyekan gerakan antikorupsi. Becak-becak yang ditelah dibranding tersebut, dicat ulang dan diberi motif batik pada bagian-bagian tertentu.
Menurut dia kampanye antikorupsi melalui becak juga merupakan salah satu cara dalam melakukan advokasi publik. Sebab selain pihaknya mengajarkan bagaimana cara membuat produk yang unik bagi para penarik becak, pihaknya juga memberikan pemahaman tentang pendidikan antikorupsi.
Ma”ruf mengaku korupsi merupakan perilaku keji yang biasa dilakukan oleh penjabat negera. Melalui becak pariwisata inilah diharapkan pejabat-pejabat tersebut bisa tersentuh hatinya.
“Banyak juga pejabat-pejabat yang datang ke Jogjakarta dan biasanya menggunakan becak pariwisata. Dengan membaca kritik ini siapa tahu mereka tersentuh,” katanya.
Selain itu, MPM Muhammadiyah selama ini telah melakukan pendampingan selama 6 tahun dalam upaya pemberdayaan para penarik becak. Pendampingan yang dilakukan berupa pemberian pemahaman tentang keorganisasian dan juga kewirausahaan.
Bahkan, untuk tahun ini rencananya MPM akan mendirikan koperasi bagi para penarik becak. “Koperasi tersebut merupakan yang pertama dibagun. Selama ini kan penarik becak tidak memimiliki organisasi usaha,” jelasnya.
Peluncuran acara becak pariwisata ini ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon terbang dengan spanduk bertuliskan KPK. Rencananya, acara peluncuran tersebut dihadiri Ketua KPK Abraham Samad. Namun yang bersangkutan berhalangan hadir, peluncuran acara dihadiri Direktur Pendidikan dan Pelayanan KPK Dedi Rachim.
“Pak Abraham Samad menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya karena tidak bisa hadir dalam peluncuran becak anti korupsi ini. Padahal malamnya sudah mengonfirmasikan kedatangannya ke Jogjakarta,” kata Dedi.
Dedi mengatakan KPK menyambut baik Muhammadiyah dan tukang becak yang ada di Jogjakarta dalam mengampanyekan gerakan antikorupsi. “KPK saat ini memerlukan dukungan dari segala lapisan masyarakat. gerakan ini menandakan KPK tidak sendiri,” katanya.
Dedi mengakui selama ini persoalan yang terjadi di KPK terkait sumber daya. Saat ini saja penyidik hanya 60 orang. Padahal aduan yang masuk ke KPK saat ini mencapai 80 ribu aduan. “Jumlah aduan dengan penyidik sangat tidak berimbang, maka dari itu diperlukan dukungan moril dari masyarakat,” katanya.
Salah seorang penarik becak Badawi mengatakan pihaknya telah mendapatkan pendampingan dari MPM Muhammadiyah sejak beberapa tahun lalu. Dalam pendampingan, para penarik becak mendapatkan sejumlah pelatihan wirausaha dan siraman rohani. “Kami juga diajarkan bagaimaca cara mencari penumpang yang baik,” terangnya.(*/din)

Breaking News