PURWOREJO – Ada yang berbepada pada peringatan Hari Kartini di Madrasah Aliah (MA) An Nawawi Berjan, Senin (21/4). Sekolah ini memberi penghargaan pada enam perempuan yang dinilai menginspirasi dan mewakili semangat perjuangan RA Kartini. Langkah ini sekaligus memberi contoh dan pembelajaran pada para siswa.
Ke-6 perempuan pekerja keras tersebut adalah Sutinem, 46, warga Sorogenen RT 01/RW 02, Kecamatan Purworejo yang bekerja sebagau juru parkir di Kota Purworejo; Milatul Hanifah, 48, warga Gebang, Purworejo, buruh tani yang mampu memperjuangan anak-anaknya duduk di bangku sekolah.
Kemudian, Ibu Murtadho, 42, warga Lugosobo RT 02/RW 01, Kecamatan Gebang (juru parkir); Utami, 38, warga Gintungan, Gebang (Pedagang Kaki Lima); Istianah, 40, warga Lugosobo RT 02/RW 01, Gebang (guru ngaji), dan Siti Ngaisah, 36, warga Gintungan, kecamatan Gebang (pedagang).
Selain menganugrahkan Kartini Award pada enam perempuan yang dipandang sebagai pekerja keras, panitia peringatan Hari Kartini MA An Nawawi Berjan juga menggelar lomba Qiro’atul Kutub (membaca kitab kuning,Red), serta melukis tokoh RA Kartini berjilbab. Semua peserta juga diwajibkan mengenakan pakaian adat Jawa (kebaya,Red) layaknya RA Kartini ada zamannya.
“Ke-6 perempuan hebat itu sengaja dicari. Mereka yang menerima pesan atau gaungkan yang dipekikkan RA Kartini. Lomba yang digelar juga tidak lepas dari tema Kartini,” papar Muslikhin Madiani, kepala sekolah MA An Nawawi Berjan, Purworejo.
Muslikhin meneruskan, MA An Nawawi Berjan memiliki 630 murid dan mayoritas perempuan. MA An Nawawi Berjan, satu kompleks dengan MTs An Nawawi Berjan yang dihuni 450 murid.
“Semua siswa yang sekolah di sini adalah santri Pondok Pesantren An Nawawi Berjan. Mereka tak hanya dari Purworejo, melainkan dari seluruh wilayah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Sumatera,” ungkapnya.
Soal esensi peringatan Hari Kartini, Muslikhin menjelaskan, dari buku biografinya RA Kartini yang dikenal sebagai perempuan pejuang di eranya. Kartini sekaligus simbol perlawanan untuk memperjuangkan nasib kaumnya.
“Kartini merupakan bagian dari lembaran sejarah yang patut untuk di kenang dan dikagumi, Ra Kartini adalah sosok yang sangat inspiratif bagi wanita modern sekarang ini. Perjuangan Kartini dalam menggulingkan budaya patriarkhi pada masanya menjadi hal yang luar biasa hebatnya,” jelasnya.
Penerima penghargaan, Sutinem, 46 mengaku senang diundang MA An Nawawi Berjan pada peringatan Hari Kartini.
“Bahagia, bisa dihadirkan di sini sekolah ini. Saya memiliki beberapa anak yang juga masih sekolah. Menjadi juru parkir memang berat, namun tidak menjadi halangan bagi saya membantu suami mencukupi kebutuhan hidup keluarga,” tukasnya.(tom/hes)

Breaking News