JOGJA – Temuan Polres Gunungkidul atas uang senilai Rp 510 juta mendapatkan tindak lanjut dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIJ. Lembaga pengawas tersebut memanggil salah seorang calon legislatif (caleg) DPR RI dari PAN Ahmad Hanafi Rais. Dia tersangkut karena ada atribut bergambar dirinya dalam mobil yang membawa uang itu.
Hanafi memenuhi panggilan tersebut kemarin (15/4). Usai memberikan klarifikasi selama sekitar dua jam, dia mengaku menjawab semua pertanyaan yang diajukan Bawaslu.
“Saya tidak tahu mengapa sampai ada atribut saya dan partai di situ (mobil yang membawa uang Rp 510 juta),” kata Hanafi usai memenuhi panggilan di kantor Bawaslu DIJ.
Ia menegaskan, menjadi korban opini politik yang dikembangkan orang tak bertanggung jawab. Sebab, dari bukti material tak ada yang mengarah ke pidana pemilu yaitu politik uang.
“Sebagai caleg, saya menjadi korban isu-isu yang sengaja diembuskan seakan-akan money politics,” jelasnya.
Hanafi juga mengaku, sebatas mengenal Eko Satri Hermawan, pemilik uang tersebut. Ia mengenal Eko dalam sebuah acara DPP PAN di Jawa Barat.
Perkenalan itu sudah berlangsung selama tiga tahun silam. “Sebatas kenal saja. Saya sebagai caleg selama ini berjalan sendiri dengan tim sukses saya sendiri,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Eko Satrio menjelaskan, uang tersebut diperoleh dari DPP PAN. Ini karena perusahaan yang dia pimpin yakni CV Lokalindo sebagai konsultan politik ditunjuk untuk membangun citra PAN.
Keberadaan uang senilai Rp 510 juta itu, kata dia, juga untuk membayar relawan yang mereka sewa untuk menaikkan citra PAN di masyarakat. “Uang itu untuk membayar relawan. Kenapa jumlahnya banyak? Karena jumlah relawan mencapai dua ribu orang,” katanya.
Relawan tersebut, kata dia, bekerja secara profesional di luar struktural partai maupun caleg. Selama proses perekrutan, para relawan itu juga mengikuti pelatihan serta memiliki surat tugas. “Mereka relawan resmi,” tandasnya.
Atas klarifikasi yang telah dilakukan, anggota Bawaslu DIJ Divisi Penindakan Pelanggaran dan Hukum Sri Rahayu Werdiningsih mengatakan, Hanafi dipanggil dalam kapasitas sebagai saksi. Ini karena dari temuan petugas kepolisian ada atribut kampanye berupa specimen surat suara dengan mencantumkan namanya.
“Kami juga menemukan dua kaos caleg PAN dari Jawa Timur,” tambahnya.
Untuk temuan uang Rp 510 juta tersebut, Bawaslu DIJ juga memanggil enam orang lainnya. Di antaranya, pemilik dan pembawa uang Rp 510 juta itu. “Belum ada kesimpulan dari kami, apakah ada pidana pemilu atau tidak,” katanya. (eri/amd)
Untuk Bayar Dua Ribu Relawan

Breaking News