JOGJA – Sebagai upaya untuk mengurangi angka kebutaan di Indonesia, Klinik Mata Sehati hadir di DIJ. Salah satunya dengan pelayanan terbaik, seperti layaknya keluarga sendiri dengan fasilitas dan peralatan yang modern. Selain itu, juga turut dalam kegiatan sosial diantaranya dengan operasi katarak gratis setelah pelaksanaan 10 operasi katarak berbayar.
Direktur PT Satu Nusa Satu Bangsa yang menaungi Klinik Mata Sehati dr Gideon Hartono mengatakan berdasarkan data di Kementerian Kesehatan RI angka kebutaan di Indonesia mencapai 1,5 persen dari jumlah penduduk. Atau lebih dari dua juta rakyat Indonesia menderita katarak. Tiap tahun jumlahnya bertambah 140 ribu orang. Sebanyak 52 persen kebutaan diakibatkan katarak.
“Sebagian penyebab kebutaan sebenarnya bisa minimalisasi, untuk itu kami mendirikan Klinik Mata Sehati ini,” ujar dr Gideon dalam pembukaan Klinik Mata Sehati kemarin (14/4).
Klinik ini, jelasnya, pada tahap awal terdapat empat dokter dan akan ditambah nantinya. Di klinik yang terletak di Jalan Yos Sudarso tersebut juga melayani pemeriksaan mata umum dan subspesialistik.
Terdapat pula ruang konsultasi dan dua ruang operasi. Yaitu satu ruang operasi minor untuk melakukan tindakan ringan dan satu ruang operasi mayor untuk melakukan pembedahan. Selain itu, lanjut dia, untuk mempercantik penampilan di Klinik Mata Sehati juga menyediakan optik.
Klinik Mata Sehati juga menjadi satu-satunya yang menggunakan teknologi rigid gas permeable(RGP). “Dengan lensa kontak RGP ini bisa tidak dilepas tujuh hari dan bisa menghambat penambahan minus,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengharapkan kehadiran Klinik Mata Sehati di Jogja ini dapat meningkatan kesehatan masyarakat Jogja, terutama untuk kesehatan mata. Dirinya juga berharap Klinik Mata Sehati dapat bersinergi dengan klinik-klinik lain di Jogja. “Harapannya keberadaan klinik ini dapat dirasakan manfaatnya oleh warga Jogja, termasuk warga senior Jogja,” tuturnya. (pra/ila)

Breaking News