JOGJA – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIJ menyikapi serius situasi arus lalu lintas (lalin) di Jogjakarta. Berbagai ruas jalan kian padat.
Menurut Ditlantas, kepadatan arus kendaraan yang terjadi karena infrastruktur jalan raya tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan. Akibatnya, sejumlah ruas jalan raya di Kota Jogja dan sekitarnya kerap mengalami kemacetan pada jam sibuk.
Kemacetan itu biasa terjadi pada pagi sekitar pukul 07.00-08.00, siang pukul 11.30-13.00, dan sore pukul 15.00-17.00. “Dari catatan kami, volume kendaraan di persimpangan Kota Jogja sudah mencapai 1.000 unit per menit,” kata Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda DIJ AKBP Muhamad Affandi kepada Radar Jogja pekan lalu.
Dari pantauan Ditlantas, kemacetan arus lalu lintas itu kerap terjadi di persimpangan Condongcatur, Jalan Kaliurang, Monjali, Mirota Kampus/Jl C Simanjuntak, depan kampus UPN, Ketandan, Demak Ijo, dan lain sebagainya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Ditlantas selalu menerapkan rekayasan lalin.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah menerjunkan polisi lalu lintas di persimpangan untuk mengurai kemacetan. “Jika kemacetan kendaraan terlalu panjang maka polisi akan mengurasi berdasarkan situasi dan kondisi di lapangan,” tambah Affandi.
Sejauh ini, kemacetan yang terjadi di Kota Jogja dan sekitarnya masih dapat dikendalikan. Selain ada polisi lalu lintas (polentas) yang bertugas mengurai kemacetan, Ditlantas memasang sejumlah rambu untuk mengalihkan kendaraan tidak melintasi jalan yang dapat memicu terjadinya kemacetan.
“Kami minta pengemudi agar melalui jalur perkampungan untuk menghindari kemacetan di persimpangan yang kerap macet,” harap Affandi.
Khusus untuk mencegah kemacetan di persimpangan Condongcatur dari arah utara. Diltantas telah meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman menata ulang desain pintu masuk dan keluar Terminal Condongcatur. Saran yang diberkan kepada Dishub ialah membuat dua pintu yakni sisi selatan dan utara.
“Untuk mencegah kemacetan kami memasang traffic cone di sekitar Condongcatur,” jelas Affandi. (mar/amd)

Breaking News