MUNGKID – Pemungutan suara pada 9 April mendatang merupakan tahapan inti pelaksanaan pemilu legislataif (pileg). Pada hari-H pencoblosan, akan terjadi pemusatan kegiatan masyarakat di tempat pemungutan suara (TPS).
Resikonya, akan timbul kerawanan. Baik di TPS, maupun pemukiman penduduk yang ditinggalkan pemiliknya.
Mengantisipasi ancaman atau kerawanan yang muncul, Polres Magelang melakukan pengamanan bersama TNI dan instansi terkait. Harapannya, situasi tetap aman dan kondusif.
“Satgas Polres Magelang yang dilibatkan dalam pengamanan sebanyak 881 personel. Untuk personel yang diterjunkan langsung ke TPS sebanyak 632 orang,” kata Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono saat apel pergeseran personel Polres dan penerimaan Linmas dalam rangka PAM Pemilu 2014 di Lapangan Drh Soepardi Mungkid, kemarin (7/4).
Menurut Kapolres, ini untuk mengetahui kesiapan dan memastikan personel Polri dan Linmas memahami tugas tanggung jawabnya tanpa keraguan.
“Harapannya, mampu mengatasi permasalahan pada lingkup penugasanya,” tegas Kapolres.
Pada Pemilu 9 April, masyarakat yang menggunakan hak pilihnya ada 953.965 DPT. Mereka terbagi di 3.340 TPS yang tersebar di 21 kecamatan se-Kabupaten Magelang.
Jumlah TPS tersebut akan diamankan 632 personel Polri dan 6.680 Linmas.
“Pola pengamanan, dua polisi mengamankan sembilan TPS dibantu 18 Linmas. Kami melakukan upaya antisipasi kerawanan,” katanya.
Bupati Magelang Zaenal Arifin memastikan penyelenggaraan pemilu di Kecamatan Windusari berjalan sesuai jadwal. Ia berharap pemilu berjalan lancar dan aman.
“Apapun yang terjadi, pemilu tidak boleh terhambat. Anggaran untuk Kecamatan Windusari ditalangi,” katanya.
Pernyataan bupati menanggapi adanya aksi perampokan pada bendahara PPK Windusari. Ia dirampok usai mengambil uang Rp 537 juta dari BRI cabang Muntilan. Uang tersebut sedianya dipakai membuat TPS, membayar honor PPK, PPS, dan sekretariat.
Musibah terjadi, saat mobil yang dikendarai Bendahara PPK, Widayat, 50: Oloan Harianto Manulang, pembantu Bendahara PPK dan Darsin, 57, sopir PPK mengalami bocor ban di Jalan Raya Magelang-Semarang, Dusun Sambung, Desa Payaman, Kecamatan Secang.
Saat Widayat dan Darsin mengecek ban belakang sebelah kiri yang bocor, tiba- tiba muncul orang tidak dikenal membuka pintu sebelah kanan dan merebut tas berisi uang yang dijaga Manulang. Rampok berhasil merebut tas dan kabur dengan mengendarai sepeda motor yang disiapkan perampok lainnya. (ady/hes)

Breaking News