Ismarindayani Priyanti atau akrab disapa Ririen Suryo mengemban amanat sebagai President IMA (Indonesia Marketing Association) Chapter DIJ 2013-2015.
“Istilahnya, babad alas lagi dari awal mulai membentuk kepengurusan sampai program jangka pendek dan ke depannya. Kami fokuskan untuk mengembangkan perekonomian dan wisata di Jogjakarta yang belum tergali dengan maksimal,” ungkap Ririen Suryo kemarin (7/8).
Ririen mengaku tidak canggung lagi dengan jabatan disandangnya ini. Maklum, istri Menpora Roy Suryo ini punya pengalaman panjang di dunia marketing dan perbankan. Bahkan dia pernah memegang jabatan Regional Wealth Manager Bank Mandiri.
Alumnus Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut kini memiliki perhatian lebih kepada dunia marketing untuk mendorong pariwisata di Jogjakarta. Terlebih lagi dia juga mendapatkan support dari suami. Dukungan juga datang dari President IMA Pusat Muhamad Awaluddin, Wakil Ketua Umum IMA Pusat Hendra Warsita dan Hermawan Kartajaya selaku Honorary Founding Chairman.
Kekosongan kepengurusan IMA DIJ hampir dua tahun tentu bukan perkara mudah untuk kembali membangun sebuah asosiasi yang kuat. Namun, berbekal jaringan yang luas dia optimistis bisa merangkul para pelaku marketing untuk mendorong pariwisata Jogjakarta lebih berkembang.
Ia melihat peluang wanita dalam dunia marketing cukup terbuka. Bahkan itu terakomodasi di kepengurusan IMA DIJ. Di sini mereka dapat memberikan manfaat lebih bagi Jogjakarta. Terlebih lagi ditunjang dengan komitmen yang kuat untuk mempromosikan Jogjakarta. “Harapannya tentu saja untuk kesejahteraan warga Jogjakarta,” tambahnya.
Perempuan asal Jogja 11 Desember 1967 tersebut mengakui potensi perempuan berkiprah di dunia marketing terbuka lebar. Dalam wadah IMA, akan diharapkan akan saling menguntungkan.
“Jogjakarta terkenal sebagai kota pelajar, budaya dan pariwisatanya. Itu semua butuh sinergisitas agar Jogjakarta yang istimewa ini memiliki branding tidak hanya di Asia, tetapi juga di dunia internasional,” tegasnya.
Dia optimistis, dalam wadah IMA dapat mendongkrak perekonomian. Khususnya di bidang wisata. Terlebih lagi dengan melihat keunggulan di sisi industri kreatif, pelaku seni dan kondisi alamnya. “Problemnya masih belum maksimalnya marketing,” kritiknya. (*/din)

Breaking News